Arsip Tag: sistem operasi

BeOS dan Haiku, bagian 3

(Lanjutan)

Kini, ada sekumpulan orang yang ingin kembali “menghidupkan” BeOS. Mereka, dalam perusahaan Haiku, Inc., menginisiasi suatu sistem operasi yang terinspirasi dari BeOS, dengan nama Haiku.

Haiku is an open source operating system currently in development that specifically targets personal computing. Inspired by the Be Operating System, Haiku aims to become a fast, efficient, simple to use, easy to learn and yet very powerful system for computer users of all levels.

Baca lebih lanjut

BeOS dan Haiku, bagian 2

(Lanjutan)

Tahun 1995, BeBox pun diluncurkan ke publik, seminggu setelah Microsoft merilis Windows 95. BeBox mendapat sambutan hangat. BeOS berjalan dengan cepat dan halus, dan bahkan memiliki kemampuan multitasking handal yang belum dimiliki Mac ataupun Windows. Mac pada saat itu bahkan belum mengimplementasikan preemptive multitasking dan protected memory.

Baca lebih lanjut

BeOS dan Haiku, bagian 1

Ada yang pernah dengar tentang BeOS? BeOS, mungkin, adalah satu-satunya sistem operasi yang dapat mengalahkan Windows dan Mac OS, dan perusahaan pembuatnya, Be, Inc., adalah perusahaan terakhir yang berani bersaing dengan Microsoft dan Apple secara langsung, sekaligus perusahaan terakhir yang ditakuti oleh Microsoft dan Apple. Terdengar mengada-ada? Berikut sejarahnya.

Baca lebih lanjut

Google Chrome Operating System

Google Chrome OS

Memang ada-ada saja Mbah Google ini. Belum lama ini, Google mengumumkan sedang membuat sistem operasi baru bernama Google Chrome Operating System. Dari namanya, sudah terlihat bahwa ini adalah lanjutan dari proyek web browser Google Chrome dan merupakan proyek yang terpisah dari OS lain besutan Google, yaitu Android yang ditujukan pada perangkat mobile.

Lho, kok aneh, OS tapi lanjutan dari web browser? Baca lebih lanjut

Tentang Mac vs PC vs Linux vs apapun lah

Perdebatan tentang sistem operasi, “mana yang paling baik?” sudah ada sejak dulu. Baik perusahaan maupun para fanatik menggembor-gemborkan kelebihan sistem operasinya dan menghina sistem operasi lain. Jadi memang sebenarnya yang mana yang paling baik? Percaya atau tidak, saya PUNYA jawabannya. Mau tahu?

Baca lebih lanjut

Shell alternatif untuk Windows

Kembali lagi bersama saya, Satrio Adi Rukmono, dalam topik yang berhubungan dengan dunia sistem operasi, untuk kali ini Microsoft Windows. Setelah membaca topik ini Anda akan dapat mengubah tampilan sistem operasi yang satu ini (khususnya versi 2000/XP) menjadi tidak dikenali lagi. Huahahahahahaha…

Perubahan yang akan Anda lihat tidak sekedar mengganti visual style, meng-edit bootscreen, atau logon screen. Bahkan, saya tidak akan membahas mengenai ketiga hal tersebut di sini. Yang akan saya bahas di sini melingkupi shell alternatif untuk Windows. Apa itu shell? Sederhananya, shell adalah suatu program yang menyediakan antar muka untuk pengguna, dalam kasus ini khusus terhadap program yang menghubungkan pengguna dengan kernel sistem operasi. Hmm… Rasanya di antara pembaca masih ada yang bingung-bingung ga jelas. Langsung saja ke contohnya, yaitu explorer.exe di keluarga Windows NT. Program ini memberikan antarmuka berupa taskbar dan start menu, desktop, bahkan juga mencakup program manajemen file yang biasa dikenal dengan Windows Explorer. Itu contoh shell yang GUI (Graphical User Interface). Kalo yang CLI (Command Line Interface) contohnya cmd.exe di Windows atau COMMAND.COM di DOS atau bash di Linux dan sebagainya.

Ngomong-ngomong soal manajemen file, silakan unduh Zeus GFM atau baca dulu postingan saya mengenai Zeus GFM :D

Nah, inti dari topik ini adalah bahwa untuk bisa menjalankan Windows, tidak harus perlu yang namanya explorer.exe. Program tersebut hanya memberikan antarmuka dari kernel kepada pengguna, dan dapat digantikan dengan program lain yang memberikan fungsi yang sama. Program inilah yang disebut dengan shell alternatif. Biasanya pengguna advanced menggunakan shell alternatif karena mudah di-customize dan yang paling penting adalah tidak memakan resource komputer sebesar explorer.exe. Banyak terdapat shell alternatif untuk Windows 2000 dan XP tersebar di dunia, dan masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Berikut saya akan membahas beberapa shell alternatif untuk Windows, khusus yang free dan/atau open source dan sudah pernah dicoba oleh saya pribadi.

  1. LiteStep, merupakan shell alternatif yang sangat populer. Tampilan dan fungsinya 100% bisa di-customize sesuai keinginan pengguna dengan adanya script dan plugin. Sayangnya, untuk menulis script tersebut dibutuhkan keahlian programming tingkat menengah ke atas dan akan memakan waktu cukup lama untuk menguasainya. Meskipun begitu, jika Anda bukanlah programmer mahir, Anda tidak perlu khawatir karena sudah banyak tersedia theme yang dapat diunduh dan digunakan pada LiteStep. Awalnya, LiteStep terinspirasi dari AfterStep yang juga terinspirasi dari NEXTSTEP. LiteStep kini sudah tidak dikembangkan secara aktif, namun banyak yang secara tidak resmi mengembangkan shell alternatif ini, yang mudah dikenali dari suffix -Step di belakang nama shell, seperti DarkStep.
  2. SharpEnviro, atau sebelumnya dikenal dengan nama SharpE, adalah shell yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Object Pascal dengan IDE Delphi. Tidak terlalu customizable, tetapi menyediakan antarmuka yang cukup menarik dan mudah digunakan.
  3. BBLean, merupakan hasil porting dari Blackbox Window Manager untuk antarmuka X Window bagi Linux. Cocok bagi Anda yang sudah pernah menggunakan Blackbox di Linux sebelumnya. Seperti LiteStep, BBLean mendukung adanya plugin. Kelebihan dan kekurangan BBLean kurang lebih sama dengan LiteStep.
  4. Geoshell. Sesuai dengan tagline-nya: “calm your desktop”. Antarmuka yang indah, cukup customizable, dan dukungan untuk plugin membuat Geoshell dapat menjadi kandidat shell ideal. Meng-customize Geoshell tidak sesulit LiteStep.
  5. Liteshell. Tidak ada hubungannya dengan LiteStep, meskipun menggunakan prefix Lite-. Liteshell, sesuai namanya, berukuran sangat kecil dan ringan, tidak mengkonsumsi resource yang besar. Sebagai bayarannya, shell yang satu ini tidak dapat di-customize. Sudah mencakup fungsi-fungsi dasar yang harus dimiliki sebuah shell, Liteshell cocok sekali untuk Anda yang tidak menyukai antarmuka yang berkelap-kelip dan memiliki komputer dengan spesifikasi rendah.
  6. ROS Explorer, atau ReactOS Explorer. Jelas, ini ada hubungannya dengan ReactOS (baca artikel saya mengenai ReactOS). Dengan nama file explorer.exe, shell yang satu ini merupakan shell default untuk sistem operasi ReactOS. Karena ReactOS mengejar kompatibilitas dan familiaritas dengan Windows XP, maka tidak heran apabila shell ini tampilannya tidak jauh berbeda dengan explorer.exe bawaan Windows XP. Sayangnya, sejak ReactOS berkembang cukup pesat, pembuat ROS Explorer tidak lagi merilis ROS Explorer sebagai individu, melainkan tergabung dengan rilis ReactOS.
  7. Shell favorit saya, yang masih saya gunakan hingga saat ini: EmergeDesktop. Meskipun 100% customizable, EmergeDesktop tidak memakan resource yang besar dan tidak membutuhkan kemampuan programming. Semua pengaturan tersedia secara grafis, memudahkan pengguna awam sekalipun. EmergeDesktop juga mendukung plugin. Bahkan, program apapun dapat dijadikan sebagai plugin untuk EmergeDesktop. Baik explorer.exe, shell lain, maupun program yang Anda buat sendiri dapat dijalankan berdampingan sebagai plugin EmergeDesktop. Meskipun saya rasa tidak ada orang yang dengan bodohnya menjalankan explorer.exe sebagai plugin EmergeDesktop. Benar-benar shell yang saya rekomendasikan, patut dicoba!

Bonus:

  1. Cairo shell. Kenapa bonus? Sebab shell alternatif yang memiliki sasaran Windows Vista ini merupakan shell paling ambisius yang pernah saya temui, tapi perkembangannya paling lambat. Hingga saat ini bahkan belum merilis versi alpha, dan bahkan milestone-nya pun ditunda-tunda terus. Tapi jika membaca isi situs resminya, terutama jika Anda telah membacanya sejak tahun lalu (ketika awal ide Cairo shell tercetus), shell yang satu ini menarik untuk diikuti.

Jika Anda membaca artikel di wikipedia mengenai shell alternatif, Anda akan melihat bahwa shell alternatif sudah ada bahkan sejak zaman Windows 3. Demikian juga, menurut pendapat saya pribadi shell alternatif akan terus bermunculan untuk versi-versi Windows selanjutnya, seperti Windows Vista atau bahkan Windows 7.

Demikian pembahasan singkat saya mengenai shell alternatif, semoga membuka mata Anda bahwa explorer.exe bukanlah sesuatu yang wajib untuk sistem operasi Windows Anda. Gunakan salah satu shell alternatif di atas, ganti program manajemen file Anda dengan Zeus GFM atau Total Commander atau FreeCommander atau apapun file manager favorit Anda, dan Windows Anda pun terbebas dari explorer.exe!

Catatan akhir: Anda bahkan dapat membuat shell Anda sendiri, dan ada kemungkinan saya akan membahas mengenai pembuatan shell Windows di blog ini. Keep updated!

Another decision to make… [part one]

Hidup ini sarat dengan pilihan. Dari yang sederhana, “besok pake baju yang biru atau yang hitam ya?” sampai yang dapat mempengaruhi masa depan secara besar-besaran, baik pribadi (“Hmm… Kuliah di ITB atau yang lain ya?”) maupun komunal (misalnya keputusan presiden).

Akhir-akhir ini tampaknya Yang Menciptakan Saya sedang melatih saya membuat keputusan. Tiba-tiba saja sejak akhir semester lalu, banyak sekali keputusan penting yang harus saya buat. Sebagian hanya menyangkut diri saya sendiri, sebagian menyangkut orang banyak.

Yang pertama, mahasiswa Teknik Informatika semester IV punya kesempatan untuk daftar jadi asisten lab. Gak akan saya jelasin semua lab satu per satu, cukup yang waktu itu menarik hati saya: lab Sister (SIStem TERsebar (atau TERdistribusi)) dan lab IRK (Ilmu dan Rekayasa Komputasi). Kedua lab ini pun tidak akan saya jelaskan secara detail, sebab jika Anda adalah mahasiswa Teknik Informatika tentunya mengenal kedua lab ini, sedangkan jika Anda bukan mahasiswa Teknik Informatika saya akan kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya pada Anda. Sebagai gambaran singkat saja, mata kuliah lab Sister antara lain Organisasi dan Arsitektur Komputer (yang telah diakuisisi oleh prodi sebelah), Sistem Operasi, Jaringan Komputer, dan Sistem Tersebar, sedangkan di lab IRK antara lain ada Matematika Diskrit (yang sekarang berubah menjadi Struktur Diskrit), Logika Informatika, Strategi Algoritmik/ma, Otomata dan Teori Bahasa Formal, dan Kriptografi.

Lab IRK pada waktu itu menarik minat saya untuk senang-senang. Sebagai mantan anak TOKI, saya senang dengan hal-hal yang menggelitik logika seperti di lab IRK. Namun, sebenarnya cita-cita saya di masa mendatang sangat berhubungan dengan lab SisTer, yaitu sistem operasi. Setelah lama berpikir dan berdiskusi dengan beberapa teman, akhirnya saya memutuskan bahwa di usia saya (yang pada saat itu masih 19 tahun) ini saya harus mulai merumuskan masa depan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mendaftar pada lab SisTer, bukan lab IRK yang, seperti sudah saya jelaskan tadi, menarik minat saya untuk senang-senang.

Dengan keputusan ini, saya menyadari bahwa ketika memasuki lab SisTer nanti,  saya perlu belajar lebih keras karena bidang-bidang di dalamnya relatif baru bagi saya, tidak seperti di lab IRK di mana saya telah mendapat dasar yang (cukup) kuat, thanks to Pelatnas TOKI. Dan benar saja, saya pun akhirnya diterima menjadi asisten lab SisTer bersama Dody, Fiqri dan Samuel Simon. Baru minggu pertama, sudah ditunjuk jadi pembicara perdana untuk knowledge sharing… Tapi bagus juga sih, memotivasi saya yang pemalas ini.

Kemudian selanjutnya saya membuat dua keputusan penting yang masih berhubungan dengan yang di atas: saya telah memutuskan untuk memprioritaskan lab SisTer di atas aktivitas saya di HMIF,  yang telah saya letakkan di atas Unit yang saya ikuti, Quizumba Capoeira. Selain itu, saya juga telah memutuskan bahwa tugas akhir saya akan mengambil topik sistem operasi, kemungkinan besar mengenai file system.

Tapi, karena postingan ini sudah cukup panjang (sudah bertekad untuk tidak menulis blog yang terlalu panjang agar tidak membosankan), maka mengenai kedua keputusan di atas, juga keputusan-keputusan lain, akan dibahas di postingan selanjutnya.

Saya tutup dengan tag line seperti biasa,

VISIT INDONESIA YEAR 2008!!!

P.S.: Siapa sih yang menggagas istilah “postingan” ? Istilah yang aneh…