Arsip Tag: shell

Rahasia besar: Windows bebas virus?

Sebelumnya, virus di sini merupakan generalisasi — mengacu pada virus, worm, maupun program lain yang merusak.

Akhirnya merasa terdorong untuk membeberkan rahasia membuat OS Windows bebas virus. Tentunya karena OS ini bersifat closed source, maka saya tidak dapat menjamin bebas virus 100%. Namun sebagai perbandingan saya beritahukan bahwa di notebook bermerk Toshiba tipe Satellite A105 S4014 milik saya tidak diinstal antivirus apa pun, dan hingga kini aman-aman saja :D

Untuk dapat membuat Windows “kebal” virus, pertama kita perlu tahu, bagaimana sih virus menyerang? Baca lebih lanjut

Mac vs PC: User Interface

Kali ini saya ingin membahas perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari desain user interface sistem operasi buatan Apple dan Microsoft. Versi yang digunakan untuk perbandingan adalah Mac OS X Leopard dengan Windows Vista. User interface yang dibandingkan di sini adalah graphical user interface dari shell default masing-masing sistem operasi, tidak mencakup aplikasi lain seperti file manager. Baca lebih lanjut

Shell alternatif untuk Windows

Kembali lagi bersama saya, Satrio Adi Rukmono, dalam topik yang berhubungan dengan dunia sistem operasi, untuk kali ini Microsoft Windows. Setelah membaca topik ini Anda akan dapat mengubah tampilan sistem operasi yang satu ini (khususnya versi 2000/XP) menjadi tidak dikenali lagi. Huahahahahahaha…

Perubahan yang akan Anda lihat tidak sekedar mengganti visual style, meng-edit bootscreen, atau logon screen. Bahkan, saya tidak akan membahas mengenai ketiga hal tersebut di sini. Yang akan saya bahas di sini melingkupi shell alternatif untuk Windows. Apa itu shell? Sederhananya, shell adalah suatu program yang menyediakan antar muka untuk pengguna, dalam kasus ini khusus terhadap program yang menghubungkan pengguna dengan kernel sistem operasi. Hmm… Rasanya di antara pembaca masih ada yang bingung-bingung ga jelas. Langsung saja ke contohnya, yaitu explorer.exe di keluarga Windows NT. Program ini memberikan antarmuka berupa taskbar dan start menu, desktop, bahkan juga mencakup program manajemen file yang biasa dikenal dengan Windows Explorer. Itu contoh shell yang GUI (Graphical User Interface). Kalo yang CLI (Command Line Interface) contohnya cmd.exe di Windows atau COMMAND.COM di DOS atau bash di Linux dan sebagainya.

Ngomong-ngomong soal manajemen file, silakan unduh Zeus GFM atau baca dulu postingan saya mengenai Zeus GFM :D

Nah, inti dari topik ini adalah bahwa untuk bisa menjalankan Windows, tidak harus perlu yang namanya explorer.exe. Program tersebut hanya memberikan antarmuka dari kernel kepada pengguna, dan dapat digantikan dengan program lain yang memberikan fungsi yang sama. Program inilah yang disebut dengan shell alternatif. Biasanya pengguna advanced menggunakan shell alternatif karena mudah di-customize dan yang paling penting adalah tidak memakan resource komputer sebesar explorer.exe. Banyak terdapat shell alternatif untuk Windows 2000 dan XP tersebar di dunia, dan masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Berikut saya akan membahas beberapa shell alternatif untuk Windows, khusus yang free dan/atau open source dan sudah pernah dicoba oleh saya pribadi.

  1. LiteStep, merupakan shell alternatif yang sangat populer. Tampilan dan fungsinya 100% bisa di-customize sesuai keinginan pengguna dengan adanya script dan plugin. Sayangnya, untuk menulis script tersebut dibutuhkan keahlian programming tingkat menengah ke atas dan akan memakan waktu cukup lama untuk menguasainya. Meskipun begitu, jika Anda bukanlah programmer mahir, Anda tidak perlu khawatir karena sudah banyak tersedia theme yang dapat diunduh dan digunakan pada LiteStep. Awalnya, LiteStep terinspirasi dari AfterStep yang juga terinspirasi dari NEXTSTEP. LiteStep kini sudah tidak dikembangkan secara aktif, namun banyak yang secara tidak resmi mengembangkan shell alternatif ini, yang mudah dikenali dari suffix -Step di belakang nama shell, seperti DarkStep.
  2. SharpEnviro, atau sebelumnya dikenal dengan nama SharpE, adalah shell yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Object Pascal dengan IDE Delphi. Tidak terlalu customizable, tetapi menyediakan antarmuka yang cukup menarik dan mudah digunakan.
  3. BBLean, merupakan hasil porting dari Blackbox Window Manager untuk antarmuka X Window bagi Linux. Cocok bagi Anda yang sudah pernah menggunakan Blackbox di Linux sebelumnya. Seperti LiteStep, BBLean mendukung adanya plugin. Kelebihan dan kekurangan BBLean kurang lebih sama dengan LiteStep.
  4. Geoshell. Sesuai dengan tagline-nya: “calm your desktop”. Antarmuka yang indah, cukup customizable, dan dukungan untuk plugin membuat Geoshell dapat menjadi kandidat shell ideal. Meng-customize Geoshell tidak sesulit LiteStep.
  5. Liteshell. Tidak ada hubungannya dengan LiteStep, meskipun menggunakan prefix Lite-. Liteshell, sesuai namanya, berukuran sangat kecil dan ringan, tidak mengkonsumsi resource yang besar. Sebagai bayarannya, shell yang satu ini tidak dapat di-customize. Sudah mencakup fungsi-fungsi dasar yang harus dimiliki sebuah shell, Liteshell cocok sekali untuk Anda yang tidak menyukai antarmuka yang berkelap-kelip dan memiliki komputer dengan spesifikasi rendah.
  6. ROS Explorer, atau ReactOS Explorer. Jelas, ini ada hubungannya dengan ReactOS (baca artikel saya mengenai ReactOS). Dengan nama file explorer.exe, shell yang satu ini merupakan shell default untuk sistem operasi ReactOS. Karena ReactOS mengejar kompatibilitas dan familiaritas dengan Windows XP, maka tidak heran apabila shell ini tampilannya tidak jauh berbeda dengan explorer.exe bawaan Windows XP. Sayangnya, sejak ReactOS berkembang cukup pesat, pembuat ROS Explorer tidak lagi merilis ROS Explorer sebagai individu, melainkan tergabung dengan rilis ReactOS.
  7. Shell favorit saya, yang masih saya gunakan hingga saat ini: EmergeDesktop. Meskipun 100% customizable, EmergeDesktop tidak memakan resource yang besar dan tidak membutuhkan kemampuan programming. Semua pengaturan tersedia secara grafis, memudahkan pengguna awam sekalipun. EmergeDesktop juga mendukung plugin. Bahkan, program apapun dapat dijadikan sebagai plugin untuk EmergeDesktop. Baik explorer.exe, shell lain, maupun program yang Anda buat sendiri dapat dijalankan berdampingan sebagai plugin EmergeDesktop. Meskipun saya rasa tidak ada orang yang dengan bodohnya menjalankan explorer.exe sebagai plugin EmergeDesktop. Benar-benar shell yang saya rekomendasikan, patut dicoba!

Bonus:

  1. Cairo shell. Kenapa bonus? Sebab shell alternatif yang memiliki sasaran Windows Vista ini merupakan shell paling ambisius yang pernah saya temui, tapi perkembangannya paling lambat. Hingga saat ini bahkan belum merilis versi alpha, dan bahkan milestone-nya pun ditunda-tunda terus. Tapi jika membaca isi situs resminya, terutama jika Anda telah membacanya sejak tahun lalu (ketika awal ide Cairo shell tercetus), shell yang satu ini menarik untuk diikuti.

Jika Anda membaca artikel di wikipedia mengenai shell alternatif, Anda akan melihat bahwa shell alternatif sudah ada bahkan sejak zaman Windows 3. Demikian juga, menurut pendapat saya pribadi shell alternatif akan terus bermunculan untuk versi-versi Windows selanjutnya, seperti Windows Vista atau bahkan Windows 7.

Demikian pembahasan singkat saya mengenai shell alternatif, semoga membuka mata Anda bahwa explorer.exe bukanlah sesuatu yang wajib untuk sistem operasi Windows Anda. Gunakan salah satu shell alternatif di atas, ganti program manajemen file Anda dengan Zeus GFM atau Total Commander atau FreeCommander atau apapun file manager favorit Anda, dan Windows Anda pun terbebas dari explorer.exe!

Catatan akhir: Anda bahkan dapat membuat shell Anda sendiri, dan ada kemungkinan saya akan membahas mengenai pembuatan shell Windows di blog ini. Keep updated!