Arsip Tag: seni

Merangkai pecahan

Tentunya bukan pecahan seperti dalam matematika (1/2, 1/3, 3/4, dsb.). Tulisan ini ditujukan untuk semua yang pernah merasa hidupnya hancur berkeping-keping.

Bagian I

Terdapatlah sebuah potongan keramik berukuran 30cm x 30cm. Potongan keramik biasa yang dapat digunakan bersama potongan-potongan keramik lainnya untuk menutupi dan menghias lantai sebuah ruangan, menambah nilai ruangan itu bukan hanya dari segi fungsi melainkan juga estetika. Suatu hari, keramik tersebut jatuh dan pecah. Hancur berkeping-keping. Keramik itu kini sudah tidak indah lagi. Seandainya seseorang mengumpulkan setiap pecahannya dan berusaha merangkainya kembali menjadi sebuah persegi berukuran 30cm x 30cm, tentu hasil akhirnya tidak akan mungkin seindah kondisi awalnya. Ia tidak mungkin lagi kembali seperti semula. Ia sudah tidak layak lagi menghiasi lantai sebuah ruangan bersama dengan keramik-keramik utuh.

Baca lebih lanjut

Pencarian bagian III: indera

Ketika menyebut seni, bagaimana bisa kita melupakan indera. Suatu karya seni pertama kali ditangkap melalui indera kita, baru kemudian diteruskan oleh sistem saraf lalu diterjemahkan oleh otak. Bicara soal seni, biasanya yang dominan adalah penglihatan (visual) dan pendengaran (audio). Bagaimana dengan indera yang lain? Selengkapnya:

Penglihatan

Seni yang berkaitan dengan penglihatan, tentu saja ada bermacam-macam: lukisan, gambar, poster, layout untuk publikasi (misalnya brosur), dan sebagainya.

Pendengaran

Musik. Masih perlukah dibahas?

Peraba

Adakah karya seni yang dapat dinikmati dengan indera peraba? Baca lebih lanjut

Pencarian bagian II: dasar dan definisi pencarian

Saya menyebut diri saya “can do everything, but cannot do everything well.” Mungkin ini sifat keturunan. Yang saya maksud adalah, saya bisa coding. Bahkan mungkin ada yang bilang jago. Tapi tidak sebaik Jansen atau KhanWil atau Petra.

Saya bisa main gitar. Banyak yang bilang saya jago main gitar. Tapi tentu saya masih kalah dari TePan atau Mario. Saya seorang bassist, tapi Fadlan jauh lebih hebat dari pada saya.

Baca lebih lanjut

Pencarian bagian I: bentuk-bentuk seni

Inilah pencarian saya akan seorang istri. Ups, salah… Pencarian ini berhubungan dengan seni, pencarian yang saya beri nama ‘the search for true ultimate form of art,’ atau singkatnya akan saya sebut saja the Search.

art /α:t/ n [U] use of the imagination to express ideas or feelings
— Oxford Learner’s Pocket Dictionary, 3rd Edition

Banyak yang mendefinisikan seni, namun sebagaimana bentuk seni itu sendiri yang bukan hanya kata-kata, demikian juga definisi seni tidak cukup hanya dijelaskan dengan kata-kata.

Baca lebih lanjut

Apresiasi seni

Satu tahun terakhir, gw menemukan jalan seni gw. Dulu, emang sih suka gambar. Suka main musik. Tapi masih ngasal-ngasal, tanpa genre yang jelas. Akhirnya, sekitar tahun lalu, gw menemukan genre yang cocok buat gw. Kalo dari sisi seni gambar, gw telah menemukan bahwa posisi gw adalah surrealism. That is, gw mengagumi karya-karya Salvador Dali dan Rob Gonsalves. Sedangkan di musik, gw mulai tergila-gila sama rock, khususnya alternative rock. Yang gw dengerin mostly Alter Bridge, Creed, Lifehouse, 3 Doors Down, Coldplay.

Begitu juga dengan karya-karya gw. Biarpun karya gw di bidang musik dapat dikatakan loyo (banyak lirik, cuma satu yang bener-bener jadi lagu. Itu pun cupu), karya gw di bidang gambar sudah buanyaaakk, bisa di lihat di sini, yang surreal di sini.

Tidak jarang, ketika gw menggambar (yang kebanyakan gw lakukan pada saat kuliah), teman-teman gw bertanya, apa makna dari gambar itu. Selain itu, gw sendiri juga sering mempertanyakan makna dari suatu karya seni, baik gambar, lukisan, patung, tapi yang paling sering itu lirik lagu. Jelas, ketika seorang seniman membuat suatu karya, ia menuangkan makna ke dalam karya tersebut. Justru makna itulah yang membuat karya seni menjadi mahal, bukan karena keindahannya ketika dikecap oleh kelima indra tubuh kita semata. Mungkin beberapa orang menyebut makna tersebut sebagai jiwa atau soul dari karya seni. Maka, gw pun selalu berusaha mencari makna yang dituangkan oleh penulis dari lirik lagu yang gw dengar.

Namun, seorang musisi berkata lain. Gw lupa musisi mana yang bilang begini, tapi kata-katanya indah sekali. Dan menurut gw juga berlaku untuk semua karya seni. Setelah gw generalisasi untuk semua bentuk karya seni, kata-katanya menjadi demikian:

“Mencari makna yang dimaksudkan oleh sang seniman mengenai karya seni yang dibuatnya merupakan suatu hal yang baik, tetapi yang lebih penting adalah mencari makna dari karya seni tersebut menurut pandanganmu sendiri.”

Iya, jadi intinya yang lebih penting adalah makna yang Anda temukan sendiri, bukan yang dimaksudkan oleh sang seniman. Karena (misalnya pada lagu) jika Anda menemukan makna lagu tersebut menurut pandangan Anda sendiri, lagu itu menjadi milik Anda, bukan hanya milik sang penulis lagu. Dan itu membuat lagu tersebut semakin mahal bagi diri Anda.

Supaya makna yang Anda tangkap tidak terbawa arus, sebelum Anda menangkap makna karya seni tersebut secara pribadi, jangan dulu mencari makna menurut sang seniman.

Begitulah…

Jadi sebenarnya selain sharing,  salah satu tujuan gw menulis hal ini adalah sebagai excuse untuk tidak menjawab pertanyaan Anda mengenai makna dari gambar-gambar gw :D

Soalnya menjawab pertanyaan yang sama berkali-kali itu membosankan.