Arsip Tag: indonesia

Bahasa atau Indonesian?

Saya sering heran dalam penggunaan nama Bahasa Indonesia dalam percakapan Bahasa Inggris. Bahasa Indonesia seringkali disebut “Bahasa”. Misalnya seseorang bertanya, “Do you speak Bahasa?” Saya bingung dengan penyebutan ini. Jika dikonversikan secara literal, sama saja dengan seseorang yang bertanya dalam bahasa Indonesia sehari-hari, “Kamu ngerti Language nggak?”

Bukankah kalau kita bercakap dalam Bahasa Indonesia, kita akan berkata, “Kamu ngerti Bahasa Inggris nggak?” Kalau begitu bukankah seharusnya dalam Bahasa Inggris kita bertanya, “Do you speak Indonesian?” Bukankah dalam Bahasa Inggris pun jika kita ingin menanyakan Bahasa Spanyol kita akan berkata, “Do you speak Spanish?” dan bukannya “Do you speak Español?” atau “Do you speak Lengua?” (“lengua” = “bahasa” dalam Bahasa Spanyol).

Ataukah bahasa kita terlalu arogan, sehingga memaksa bahasa lain (dalam hal ini Bahasa Inggris) untuk menggunakan kata “Bahasa” dalam kosakata mereka, dan mengubah tata bahasa mereka khusus untuk nama Bahasa Indonesia? Jika iya, memalukan sekali mengingat sangat sedikit orang Indonesia yang menguasai Bahasa Indonesia dengan baik. Bahkan nilai Ujian Nasional tingkat SMA rata-rata jatuh di mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Jadi bagaimana seharusnya yang benar:

“Do you speak Indonesian?”

atau

“Do you speak Bahasa?”

Marah ke siapa? Siapa yang salah?

Wow. Banyak sekali kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh negara sebelah. Ada batik, reog, lagu Rasa Sayange, tari Pendet. Mungkin ada lagi yang belum ketahuan.

Rakyat marah. Perajin batik rugi berat! Jelas-jelas kota batik itu Pekalongan, di Indonesia. Reog Ponorogo, jelas dari Ponorogo. Coba telusuri lirik asli Rasa Sayange — pasti bahasa Maluku. Kalau mau nonton tari Pendet, pastinya di Bali. Rakyat marah kepada Malaysia!

Coba ditelusuri lagi — apa benar kita harus marah ke Malaysia? Baca lebih lanjut

Merah Putih, perfilman Indonesia, nasionalisme

Akhir-akhir ini bermunculan film-film di Indonesia yang menyerukan semangat nasionalisme. Di antaranya Garuda di Dadaku, Merantau, dan, yang saya tonton bersama teman-teman sekitar minggu lalu, Merah Putih.

Ada beberapa poin khususnya untuk film Merah Putih ini yang perlu diperhatikan:

[SPOILER WARNING]
Baca lebih lanjut

Perbedaan

Perbedaan itu sulit
Perbedaan itu tidak nyaman
Perbedaan itu kadang menyebalkan

Tapi perbedaan tidak selalu salah
Perbedaan adalah sarana memperkaya diri
Bukan uang ataupun harta
Tapi pengetahuan dan kebijaksanaan

Dirgahayu Indonesiaku
Semoga terbebas dari segala bentuk diskriminasi

“Minoritas bukanlah kaum yang harus kalah atau mengalah. Minoritas hanyalah kaum yang berbeda.”
— Satrio Adi Rukmono

Seputar Pilpres di tempat saya

7 Juli 2009

Hari ini saya sengaja datang ke kantor satu jam lebih pagi, yaitu pukul 08.00, supaya bisa pergi lebih awal karena dari kantor saya langsung mengejar travel menuju Depok, tempat saya akan memilih dalam Pilpres ini. Pukul 16.30 saya pun meninggalkan kantor meskipun travel baru berangkat pukul 17.30, karena saya merasa jalan akan macet. Benar saja, jalan macet namun tidak semacet dugaan saya, sehingga saya pun cukup awal tiba di pool travel. Perjalanan saya ditemani oleh indahnya bulan purnama.

Begitu tiba di Depok, saya mendapat kabar bahwa seisi rumah saya tidak mendapat undangan untuk memilih. Nah lo, padahal waktu Pileg kami terdaftar dan lancar-lancar saja. Baca lebih lanjut

Prihatin terhadap (beberapa) musisi Indonesia

Di Indonesia, lagu-lagu terkenal karya band besar tidak jarang diubah liriknya untuk iklan komersil sebuah produk. Tidak perlu saya sebut contohnya, pembaca pasti tahu. Bagi saya — yang mungkin bisa disebut idealis seni — ini hal yang sangat memprihatinkan.

Sebuah lagu memiliki nilai seni bukan hanya dari nadanya, tentu saja. Ada aransemen, ada lirik. Bahkan seorang pencipta lagu menentukan nada dasar, itu ada maknanya. Ada soul yang berbeda jika nada dasarnya berbeda. Sebuah lagu menjadi sempurna dengan keseluruhan aspek tersebut. Satu aspek berubah, makna pun berubah.

Ketika lirik lagu diubah, bagi saya analog dengan perumpamaan ini: bayangkan seorang pelukis aliran realis yang melukis suatu pemandangan di siang hari, Baca lebih lanjut

Debat capres semalam

Tadi malam (18/6) pukul 19.00 sampai sekitar 21.00 berlangsunglah debat calon presiden RI di Trans TV/Trans 7. Debat ini adalah debat pertama dari lima debat yang dijadwalkan, tiga debat capres dan dua debat cawapres. Debat dengan tema “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM” ini juga merupakan debat capres pertama di Indonesia.

Jadwal Debat:

18 Juni 2009
Debat Capres
– Siaran langsung di Trans TV. Tema “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM” dengan moderator Prof Dr Anies Baswedan.

23 Juni 2009
Debat Cawapres
– Siaran langusng SCTV Tema “Pembangunan Jati Diri Bangsa” dipandu moderator Prof Dr Komaruddin Hidayat.

Baca lebih lanjut