Arsip Tag: gila

Welcome to the blackfox’s temporary burrow

[UPDATE]

Inilah liang temporer si rubah hitam alias blackfox alias Satrio Adi Rukmono. Ceritanya, tampaknya oggix (penyedia layanan blog saya sebelumnya) sedang bermasalah terutama RSS-nya. Feed tentang blog saya itu tidak kunjung muncul di blog aggregator IF06, maka saya pun mengaktifkan account wordpress ini untuk sementara waktu.

Ocke, enjoi de krazy posts by krazy me…

[INPOH INFO TAMBAHAN]

Thanks to Damas, sekarang saya kembali pulang-pergi naik sepeda, menggunakan sepeda pinjaman dari Damas. Meskipun belum terbiasa dan lebih cape juga karena sepeda Damas adalah sepeda freestyle, tapi saya tetap senang. Hohoho…

Iklan

Walikotaku kurang kerjaan

Tanggal 25 kemaren, bertepatan dengan hari Natal, gw pulang ke Depok. Perjalanan berlangsung dengan lancar, tanpa orang gila di jalan tol.

Singkat kata tibalah gw di kota Depok. Memasuki jalan Margonda, kemacetan yang entah dari mana datangnya seperti biasa datang menghampiri. Waktu berlalu… Gw pun melewati pertigaan Ramanda. Oke, dulu Ramanda, sekarang udah jadi bengkel. Pokoknya di pertigaan itu ada billboard gede, memanjang vertikal. Di atasnya ada jam digital yang hampir selalu ngaco. Apa yang saat ini sedang terpampang di billboard itu? Baca lebih lanjut

Keteguhan hati sang orang gila

Berjumpa kembali dalam blog yang kadang-kadang gak penting ini. Tulisan saya kali ini mungkin akan dianggap gak penting oleh beberapa orang, tapi judulnya menarik, bukan?

Kejadian ini terjadi bulan Juli yang lalu, ketika akhirnya saya harus meninggalkan kasur saya yang nyaman di kota Depok menuju kasur saya yang nyaman di kota Bandung. Saya berangkat dari Depok menuju Bandung dengan “menumpang” (dengan membayar, tentunya) pada sebuah agen travel Depok-Bandung melalui jalan tol yang dengan senang hati rela dilindas jutaan ban mobil demi mempercepat waktu tempuh Jakarta-Bandung. Seperti biasa, saya tidak tidur di perjalanan karena sibuk mengamati perubahan apa saja yang terjadi di sekitar jalan tol sejak terakhir kali saya lewati.

Nah, ketika kira-kira sudah 3/4 perjalanan, sang supir dan para penumpang yang tidak tertidur dikejutkan oleh seorang yang (mungkin) kurang waras. Sang orang gila (kenapa saya menggunakan “sang” untuk seorang gila?) berusia sekitar 50 tahunan itu berdiri tegak di tengah jalan tol, menghadap arah datangnya mobil, dengan bertelanjang dada dan tangan kanannya menggenggam kemeja yang tadinya ia kenakan. Tentu saja para pengemudi kendaraan yang melintas selalu mengerem mendadak dan berpindah lajur menghindari sang orang gila tersebut, termasuk sang supir travel yang saya “tumpangi”.

Saya pun merasa kaget ketika mengalami kejadian itu, namun ada satu hal yang menarik perhatian saya dan mengundang kekaguman saya pada peristiwa tersebut. Saya ingat betul tatapan mata sang orang gila. Bagaikan elang (beuh, kata-katanya…), matanya menatap tajam, lurus kepada setiap mobil yang melaju ke arahnya. Melalui bola matanya saya dapat melihat suatu keyakinan dan kepercayaan diri yang kuat dalam dirinya. Muncul-lah jiwa analitis dalam diri saya, membuat list mengenai apa yang begitu diyakini oleh sang orang gila:

  1. Ia yakin bahwa ia ingin mati
  2. Ia yakin bahwa ditabrak mobil pun ia tidak akan mati
  3. Ia yakin bahwa ia tidak akan ditabrak mobil

Namun saya tidak yakin dengan yang ketiga, jadi poin 1 dan 2 menurut saya lebih mungkin.

Anyway, yang menjadi penekanan saya di sini ialah betapa sang orang gila tersebut memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang kuat, yang dalam judul tulisan ini saya ungkapkan sebagai keteguhan hati. Nah, bagaimana dengan Anda yang merasa diri Anda waras, yang tentunya tidak mau disamakan dengan sang orang gila? Apakah Anda mempunyai keyakinan dan kepercayaan diri sekuat sang orang gila? Apakah Anda memiliki keteguhan hati yang mantap untuk membela apa yang Anda anggap benar? Ataukah Anda justru takut dan menyerah jika menghadapi tekanan?

VISIT INDONESIA YEAR 2008!!!