Evolusi kalender Roman–Gregorian

Bagi yang pernah menulis program yang berkutat dengan tanggal, khususnya hingga tahun-tahun yang cukup jauh di masa lalu, mungkin pernah menemukan keanehan-keanehan seperti ada 12 hari yang hilang di tahun 1752 atau adanya tahun-tahun yang bulannya tidak dimulai pada bulan Januari. Begini ceritanya:

Early Roman

Kalender Romawi mula-mula mengikuti kalender Yunani, dengan setiap tahun berisi 10 bulan: Martius, Aprilis, Maius, Iunius, Quintilis, Sextilis, September, October, November, December. Masing-masing bulan terdiri dari 30 atau 31 hari dengan total satu tahun 304 hari. Hari-hari setelah December, di tengah musim dingin, tidak di-assign tanggal/bulan. Jadi 1 Martius tahun X sebenarnya kurang-lebih 365 hari sejak 1 Martius tahun X − 1.

Numan

Pada suatu hari raja Roma bernama Numa Pompilius mengubah bulan-bulan yang berisi 30 hari menjadi 29 hari, karena menurut tradisi Romawi angka ganjil dianggap lebih hoki. Hari-hari yang diambil dari bulan-bulan itu, ditambah hari-hari musim dingin yang belum ter-assign tanggal dan bulan, dikumpulkan dan dibagi menjadi dua bulan: Januarius dan Februarius. Total jumlah hari dalam satu tahun menjadi 355 hari. Dengan demikian, satu tahun dalam sistem kalender ini tidak sinkron dengan revolusi Bumi, sehingga dibuatlah bulan kabisat bernama Intercalaris yang terjadi setiap beberapa tahun. Pada tahun-tahun kabisat total hari dalam satu tahun menjadi 377–378 hari.

Julian

Pada jaman Julius, akhirnya jumlah hari pada bulan disesuaikan supaya lebih dekat dengan revolusi Bumi, dengan jumlah 365 hari plus tambahan satu hari pada tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun sekali. Oleh jenderal Marcus Antonius, bulan Quintilis diganti nama menjadi Julius. Berikutnya di jaman Augustus, senat mengganti nama bulan Sextilis menjadi Augustus.

Gregorian

Hitungan kabisat baru ini ternyata masih kurang akurat. Setelah sekian ratus tahun, kalender Julian tidak sinkron lagi dengan revolusi Bumi. Akhirnya diajukanlah aturan baru oleh Paus Gregorius XIII untuk mengubah tahun kabisat menjadi seperti sekarang. (Kalender Gregorian sebenarnya juga masih kurang akurat, tapi kalender Gregorian baru akan selisih satu hari dengan revolusi Bumi di tahun 4900an.) Kaum Protestan dulu menganggap kalender Gregorian ini agenda Katolik, sehingga banyak yang awalnya tidak mau mengadopsi kalender Gregorian. Jadi ada negara-negara yang sudah menggunakan sistem Gregorian di tahun 1500an, ada yang baru nurut di tahun 1700-an. Pada tahun 1700-an ini selisih jumlah hari Julian dari revolusi Bumi sudah belasan hari, hingga pada tahun 1752 ketika akhirnya Inggris mengadopsi kalender Gregorian, setelah tanggal 2 September langsung 14 September.

Kalender Gregorian sebenarnya masih menyisakan kejanggalan-kejanggalan perihal alignment hari dengan tanggal dengan bulan, tapi sampai sekarang belum ada usulan kalender pengganti yang diterima secara global.

(Dari berbagai sumber.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s