Es krim goreng adalah inkarnasi surga

Dalam berbagai kepercayaan disebutkan bahwa hal-hal duniawi berkebalikan dengan hal-hal suci atau surgawi. Dalam berbagai bahasa, kata dunia ekuivalen dengan Bumi, atau lebih umum lagi, planet. Dalam fiksi ilmiah berbahasa Inggris, misalnya, sebuah planet asal suatu spesies cerdas sering disebut dengan istilah homeworld. Bumi adalah homeworld bagi Homo sapiens.

Menimbang definisi kata dunia dan turunannya, duniawi, serta membandingkannya dengan es krim goreng, saya pun dengan ngasalnya mengatakan bahwa es krim goreng adalah inkarnasi surga. (Kata yang terpikir oleh saya dalam bahasa Inggris adalah epitome atau embodiment, tapi saya tidak tahu kata yang tepat dalam bahasa Indonesia.)

Sebelum analisis mendalam, mari sedikit berkenalan dulu dengan es krim goreng karena tidak semua orang tahu atau pernah mencoba makanan penutup yang satu ini.

Es Krim Goreng

Es Krim Goreng (sumber: firosa.wordpress.com)

Es krim goreng adalah es krim yang dibungkus dengan adonan roti berbentuk bola kopong, kemudian digoreng dalam waktu singkat sehingga roti di bagian luar menjadi hangat dan garing sedangkan es krim bagian dalamnya tetap beku dan dingin.

Sekarang mari kita bandingkan struktur es krim goreng dengan struktur sebuah planet, khususnya planet yang terbukti dapat menopang kehidupan, sebuah dunia bernama Bumi.

Secara garis besar, Bumi terdiri atas tiga lapisan: inti (core), mantel (mantle), dan kerak (crust). Menarik sekali, kata crust juga digunakan untuk menggambarkan bagian luar roti yang mengeras.

  • Inti Bumi tersusun atas besi dan nikel, dan berwujud padat meskipun bersuhu tinggi, karena tekanannya juga sangat tinggi. Inti bumi terbagi lagi menjadi outer core dan inner core; outer core berwujud cair.
  • Mantel Bumi berwujud cair, terdiri atas magma yang terkadang ‘bocor’ sampai ke permukaan bumi sebagai lava atau lahar.
  • Kerak Bumi adalah bagian padat terluar Bumi, permukaan di mana makhluk hidup umumnya berada.

Es krim goreng (EKG) juga terdiri atas tiga lapisan: inti, mantel, dan kerak.

  • Inti EKG merupakan es krim yang masih beku, tapi sebenarnya kurang tepat kalau dibilang padat: lebih tepatnya koloid cair dalam padat. Inti EKG masih beku karena EKG hanya digoreng dalam waktu singkat.
  • Mantel EKG adalah es krim yang mulai meleleh karena terkena panas saat digoreng. Tentu saja wujudnya cair.
  • Kerak EKG, bagian terluar, adalah roti yang mengeras karena digoreng. Atau dalam bahasa Inggris disebut… crust!

Bagaimana, mirip bukan? Berikut ilustrasi yang dapat lebih menggambarkan ekuivalensi Bumi dengan EKG:

Bumi dan EKG

Bumi dan EKG (dengan es krim rasa stroberi)

Dalam bentuk tabel:

Bumi EKG
Inti Bagian luar cair, bagian dalam padat Koloid cair dalam medium padat
Mantel Cair Cair
Kerak Padat Padat

Setelah kita mengetahui bahwa struktur Bumi dan EKG dapat dipetakan satu ke satu, selanjutnya kita kembali ke pernyataan pada paragraf pertama tadi: hal-hal duniawi berkebalikan dengan hal-hal surgawi. Pada tabel berikut kita dapat melihat bahwa sifat struktur Bumi (dunia) berkebalikan dengan sifat struktur EKG:

Bumi EKG
Inti Suhu paling tinggi di antara ketiga komponen Suhu paling rendah di antara ketiga komponen
Mantel Berwujud cair akibat suhu tinggi dari inti Berwujud cair akibat suhu tinggi dari kerak
Kerak Suhu paling rendah di antara ketiga komponen Suhu paling tinggi di antara ketiga komponen

Jadi apakah benar bahwa es krim goreng adalah inkarnasi surga? Silakan disimpulkan sendiri.

Iklan

9 thoughts on “Es krim goreng adalah inkarnasi surga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s