Jalur sepeda dan pengendara tak tahu malu

Beberapa minggu belakangan saya kalo pulang kantor lewat jalur sepeda. Wah asik juga ya, sudah ada jalur sepeda di sepanjang Jalan Dago mulai dari pertigaan Jalan Ganesha sampai hampir Simpang Dago, meskipun belum 100% siap pakai. Tapi kok di sepanjang jalur sepeda ada pohon, tiang listrik, penjual makanan, dan mobil parkir ya? Tadinya saya mau bahas tentang ini, tapi ada hal penting yang membuat hal-hal tersebut tidak begitu penting. Maklum lah kalau ada tiang listrik, karena jalur sepeda itu merupakan perluasan trotoar.

Senin (16/8) saya pulang lewat jalur sepeda lagi. Alangkah terkejutnya saya, lagi asik-asik mengayuh sepeda, ada motor yang memotong dengan tiba-tiba dan tanpa peringatan dan tanpa ada niat untuk mengerem. (Dan di belakangnya ada tiga motor yang ikutan lewat jalur sepeda). Well, motor lewat trotoar/jalur sepeda sih memang sering, tapi yang ini tidak mempedulikan pengguna seharusnya. Untung refleks saya cukup baik untuk langsung mengerem tanpa terjadi kecelakaan. Tapi tentunya saya tidak terima dan langsung teriak, “OI!!”

Motor-motor yang lewat trotoar itu pun berhenti dan melihat ke arah saya. Saya berteriak lagi, “MALU WOI, MOTOR LEWAT TROTOAR!!” Beberapa motor tetap berhenti dan melihat ke arah saya, terutama yang hampir menabrak saya, saya melihat ada sedikit rasa menyesal di wajahnya. Namun motor yang paling belakang MALAH TERTAWA DENGAN SENAANNNGGGG SAMBIL BERKATA KEPADA PENGENDARA MOTOR YANG LAIN, “Hahaha… Udah, jalan aja… Motor yang berkuasa. Hahaha…”

WHAT THE–

Sayangnya sudah gelap (tepat sesaat sebelum waktu berbuka puasa) sehingga saya tidak bisa membaca pelat nomornya, dan berhubung sudah capek kerja seharian, saya gak kuat ngejar motor itu. Kalo kejadiannya pagi hari dan masih segar pasti saya kejar.

Sisi positifnya adalah saking brengseknya pengendara yang terakhir, saya sampai memaafkan ketiga pengendara motor lainnya, MESKIPUN MEREKA JUGA SUDAH MELANGGAR HAK SAYA. Sebagai tambahan, motor yang lain kembali ke jalan raya, sedangkan bajingan yang terakhir MASIH TETAP JALAN DI TROTOAR.

Kalo mau ngadu ke polisi, telepon ke mana ya?

Iklan

4 thoughts on “Jalur sepeda dan pengendara tak tahu malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s