Tentang film Inception, part II

… Lanjutan

Bagian lain yang ingin saya jelaskan adalah totem yang digunakan para tokoh untuk menguji apakah mereka sedang bermimpi. Ini adalah salah satu cara untuk melatih lucid dreaming, yaitu reality test. Reality test secara umum adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mencari adakah keanehan pada alam semesta sehingga kita menyadari bahwa kita sedang bermimpi, atau dengan kata lain memaksa terjadinya dream realization. Memiliki totem dan membiasakan diri untuk menggunakannya adalah cara yang baik untuk melatih lucid dreaming, karena kebiasaan ini menjadi lebih berpeluang untuk terbawa ke dalam mimpi. Contohnya pada gasing Cobb: jika gasing berputar terus dan tidak terjatuh, itu pasti mimpi karena tidak mungkin terjadi di dunia nyata.

Satu hal yang juga penting untuk melatih lucid dreaming adalah mengingat mimpi kita setiap malam. Dengan demikian, kita akan lebih hafal dengan karakteristik mimpi kita, yang tentunya berbeda-beda untuk setiap orang. Dengan demikian, lebih mudah untuk terjadi dream realization.

Lucid dreaming dan dream controlling, seperti keahlian lainnya, dapat dilakukan oleh semua orang. Memang ada orang yang berbakat secara alami, namun tanpa bakat pun jika dilatih secara rutin, siapa pun bisa melakukannya.

Jadi, apakah menyusup ke mimpi orang lain untuk menarik informasi dapat dilakukan? Kita sudah mengetahui sekarang bahwa mengendalikan mimpi dapat dilakukan, akan tetapi saya pribadi tidak mengetahui adanya metode untuk mimpi secara kolektif (beberapa orang berada dalam mimpi yang sama).

Pertanyaan lain yang mungkin terlintas adalah: mungkinkah seseorang terlena dengan mimpinya hingga tidak mau bangun, seperti kasus Mal? Jawabannya adalah tidak, selama tidak menggunakan obat tidur/bius. Dunia mimpi memang indah dan jika kita dapat mengendalikannya, dunia mimpi bisa menjadi surga. Namun tubuh fisik kita yang sedang tidur lama kelamaan akan merasakan lapar, yang tidak bisa ditepis di alam mimpi sekalipun. Selain itu tubuh kita memiliki mekanisme khusus yang menyebabkan badan terasa tidak nyaman jika terlalu lama tidur. Efeknya berbeda-beda untuk setiap orang, bagi saya pribadi terlalu lama tidur mengakibatkan sakit di bagian tulang rusuk bawah samping. Oleh karena itu, secara alami (tanpa obat tidur/bius) kita tidak mungkin terus-terusan tidur.

Semoga post ini menambah pengetahuan bagi yang pusing setelah menonton film Inception :p

Iklan

12 thoughts on “Tentang film Inception, part II

  1. Ping balik: Tentang film Inception, part I « blackfox's burrow

  2. restya

    biasanya aku bangun gara-gara pengen pipis, hehe
    tapi kadang juga nyambung ke mimpi gitu.. jadi mimpi pipis >.<
    btw, kalau mimpi yang diulang tiap malem itu biasanya kenapa ya, Sat?

    Balas
    1. Satrio Adi Rukmono Penulis Tulisan

      kalo mimpi pipis itu salah satu kasus paling sering dari false awakening.. tadinya mau nulis tentang false awakening juga tapi postnya udah panjang banget =.=

      tapi karna cukup menarik, next time posting tentang false awakening ah (dan masih dihubungkan dengan film inception).

      kalo mimpi yang berulang, kayanya sih bisa banyak penyebabnya.. kalo mimpi buruk bisa karena stres/tekanan secara terus menerus dalam kehidupan nyata. kemungkinan lain karna suasana yang sama waktu tidur (misalnya tiap hari tidur di tempat yang terdengar suara kicau burung, suara burung itu biasanya kebawa ke mimpi).. tapi masih belum mempelajari lebih lanjut juga sih :D

      Balas
  3. Rasul Paulus

    Kalo kita banding dg Platoisme sebenarnya alam dunia ini juga adl mimpi dari alam ruh,jadi apa yg kita lihat di alam dunia ini adalah bayangan bukan kenyataan.Tapi kalo menurut Sigmun Freud alam mimpi adl alam bawah sadar yaitu energi yg tidak tersalurkan dalam alam nyata.Tapi menurut sy sbenarnya isi mimpi itu sendiri sangat dipengaruhi o/ jalannya kesadaran dlm diri seseorang hasil dari bentukan pola pikirnya

    Balas
    1. Satrio Adi Rukmono Penulis Tulisan

      namanya rasul paulus tapi emailnya muhammadmizan, lucu juga ya :p

      hmm saya agak2 gak peduli sama dimensi yang dispesifikkan sebagai alam ruh, tapi yang jelas karna saat kita bermimpi kita mempercayai bahwa apa yg kita alami adalah nyata (baru sadar bahwa tidak nyata setelah bangun, atau saat lucid dreaming), memang memungkinkan bahwa apa yg kita anggap kenyataan sebenarnya tidak lain adalah hasil kreasi otak kita.. tapi pendapat pribadi saya sih apa yang kita anggap kenyataan ini sangat kompleks dan konsisten, jadi kayanya saya agak2 ga bisa menerima bahwa real life ini sebenarnya juga adalah mimpi atau simulacra. tapi lagi2, sebagaimana sebuah kubus yang tidak dapat dimengerti keberadaannya oleh makhluk 2 dimensi (padahal kita sebagai makhluk 3 dimensi tau pasti bahwa kubus itu ada), begitu juga dengan kita, manusia, terhadap dimensi atau `alam` lain. bagaimana menjalani hidup, mau berpatokan pada hal yang kita tau bahwa itu nyata atau pada benda yang kita tidak ketahui tapi mungkin sebenarnya ada, silakan menjalani keyakinan masing2 :D

      perhaps reality is what we choose to be real.

      Balas
  4. saatwaktubicara

    tulisanY keren mas…
    kebetulan sy juga suka dengan film “inception” sampai sy ntn berulang2…
    pkkY film christopher nolan mang keren2!

    oya sy maw nanya… klo sy sadar sedang bermimpi dan berusaha untuk bangun tapi tidak bisa, hingga sy sempat tertipu bahwa sy sudah bangun, tp kembali sadar bahwa sy msh di mimpi, setelah sadar napas tersengal2… itu apa namaY? klo kta orang2 si badan kamu sedang ditindihin makhlus halus atau semacamY…

    Balas
    1. Satrio Adi Rukmono Penulis Tulisan

      itu namanya sleep paralysis.. saya kutip dari post di blog ini juga:

      Sleep Paralysis

      Sleep paralysis biasa dikenal oleh orang Indonesia sebagai tindihan, yaitu saat terbangun dari tidur dan mendapati seluruh tubuh tidak dapat digerakkan dan kadang disertai sesak nafas. Biasanya pada kondisi seperti ini kita juga merasa melihat bayangan-bayangan atau semacam halusinasi sehingga orang sering mengasosiasikan fenomena ini dengan hal supranatural. Apa yang sebenarnya terjadi?

      Pada tahap tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu saat bermimpi, tubuh memiliki mekanisme untuk membuat seluruh badan tidak dapat bergerak (paralysis), agar gerakan-gerakan yang terjadi dalam mimpi tidak membuat fisik yang sebenarnya ikut bergerak. Namun antara lain jika pola tidur tidak teratur, bisa saja paralysis ini terjadi bukan pada tahap REM. Jika kita terbangun pada saat tubuh kita “terkunci” seperti ini, inilah yang biasa disebut tindihan. Nah, pada kondisi seperti ini otak biasanya masih bermimpi meskipun kita sudah bangun sehingga muncullah bayangan-bayangan atau halusinasi itu. Karena setengah sadar dan setengah bermimpi, kita seringkali mengira yang terjadi di mimpi itu terjadi pada kehidupan nyata. Tak heran banyak kebudayaan yang mengasosiasikan fenomena ini dengan hal-hal supranatural, seperti di Georgia dan South Carolina yang menyebut fenomena ini dengan hag-ridden atau diduduki oleh makhluk halus (yang disebut hag) saat tidur.

      Balas
  5. saatwaktubicara

    ooohhh… begondro… ada trikY ga byar bisa bangun/sadar saat Sleep Paralysis terjadi selain tidur teratur? apakah sy juga harus memiliki “totem” agar sy taw bahwa sy msh ter Paralyze? hehe…

    kalo saya byar Sleep Paralysis ga berlanjut setelah sya sadar tp msh ngantuk… sy ubah posisi tidur saya… mungkin itu hanya anker pikiran saya yak?hehe

    bkin artikel tentang film the matrix, surrogates donk… da hubY kan?

    Balas
    1. Satrio Adi Rukmono Penulis Tulisan

      kalo mencegah sleep paralysis setau saya dengan tidur teratur aja.. kalo kena sleep paralysis yang penting tenang, jangan panik, coba gerakin badan (tangan, kaki) perlahan-lahan, jangan disentak-sentak.. nanti lama-lama pulih lagi. untuk menghadapi halusinasi yang aneh-aneh, tutup mata yang rapat sambil mengingat bahwa kamu sedang tutup mata, sehingga kalo ada halusinasi kamu yakin bahwa itu cuma halusinasi.

      tentang the matrix, ada sedikit tulisan saya di https://rsatrioadi.wordpress.com/2008/10/29/dia-adalah-pusaka-sejuta-umat-manusia-yang-ada-di-seluruh-dunia/ tapi singkat aja, cuma bahas satu aspek dan ga mendalam. tapi berhubung ada kabar rencana film the matrix 4 & 5, mungkin nanti saya post kalau ada waktu.

      kalo surrogates saya malah belum sempat nonton :p

      Balas
  6. dikhaldikha

    ada beberapa pertanyaan yang mau saya ajukan tetang dream :
    1. apakah memang bisa melatih lucid dan controlling dream? mengapa dan bagaimna?
    2. tidak jarang saat setengah sadar ( jalan mau tidur setengah sadar tpi bermimpi ) badan tertentu reflek bergerak, contok saat mimpi jatuh ke lubang tiba kaki saya refleks bergerak,
    3. sedative yang bisa si gunakan agar enak bermimpi ?

    Balas
    1. Satrio Adi Rukmono Penulis Tulisan

      1. Bisa. Gunanya yang paling menguntungkan ada 2, pertama sebagai terapi kalau sering mimpi buruk, kedua untuk rekreasi, jadi kalau gak sempat liburan beneran, “liburan” di mimpi bisa lumayan refreshing untuk kita. Bagaimana? Dimulai dari harus bisa mengingat mimpi, caranya setiap baru bangun tidur, waktu masih fresh ingat mimpinya apa, catat mimpi tsb sedetail mungkin di sebuah jurnal. Gunanya apa? Supaya kita bisa mengambil ciri-ciri mimpi kita, misalnya saya kalo mimpi sering berada di sebuah jalan yang panjang, sisi kirinya hanya pepohonan, sisi kanannya banyak gedung/bangunan. Selanjutnya, biasakan untuk mengamati keadaan sekitar dan membandingkan dengan ciri khas mimpi kita tadi, dengan demikian bisa tahu sedang mimpi atau tidak. Dengan membiasakan begini, kebiasaan itu juga akan terbawa ketika bermimpi, sehingga lama kelamaan bisa sadar bahwa kita sedang bermimpi. Oiya perlu dicatat untuk melatih ini bisa memakan waktu yang lama, mungkin berbulan-bulan.

      2. Pertanyaannya apa ya? Hehe… Itu biasanya karena pola tidur yang tidak teratur.

      3. Saya kebetulan gampang tidur, jadi belum pernah pakai sedative.

      Balas
  7. Suga Atarbida

    Mungkin yang akan saya uraikan agak berbeda dengan ulasan di atas. Memang saat menonton Inception saya agak bingung dan butuh konsentrasi keras untuk memahami alurnya, san saya sering tertipu pada adegan mimpi yang saya pikir itu kejadian nyata. Namun saat itu saya hanya paham bahwa film itu merupakan mimpi yang berlapis-lapis atau mimpi dalam mimpi.
    namun film tsb menjadi inspirasi bagi saya setelah saya mempelaaajari hypnotis. Hal tersebut saya praktekkan kepada orang yang saya hypnotis , dimana saya buat si objek untuk mengalami mimpi yang berlapis-lapis.
    Ternyata semakin banyak lapisan mimpi yang saya buat terhadap objek, membuat energi bawah sadar si objek makin tinggi, indera makin tajam, bahkan bisa mendeteksi hal-hal yang tidak dapat ditembus oleh logika biasa. Saya pernah memerintahkan objek untuk bertemu dengan seseorang yang belum dia kenal sama sekali bahkan sayapun belum mengenalnya. Hasilnya sungguh luar biasa. Dia bisa mengetahui nama orang itu berikut ciri-ciri fisik bahkan non fisik. Lalu saya validasi, ternyata orang itu benar-benar ada dan sesuai dengan nama dan ciri-ciri yang disebutkan. Dan hal itu sudah saya buktikan berkali-kali terhadap orang yang berbeda.
    Mengenai mimpi kolektif, saya pernah praktekkan dan ternyata bisa. Sekitar 5 orang saya hypnotis berabarengan dan saya bawa pada mimpi yang sama. Setelah mereka sadar saya tanyakan satu persatu dan mereka mengalami hal yang sama yaitu mereka bertemu dalam mimpi yang sama. Yang lebih aneh ke 5 orang tersebut tidak ada pertentangan atau perbedaan dalam memberikan keterangan mimpinya.
    Sebagai contoh, saaya berikan sugesti dalam mimpi mereka yaitu mereka kemping. Disitu saya sugestikan mereka yaitu ada yang memasak, ada yang mengambil air , ada yang main gitar dan sebagainya. Dalam sugesti tersebut saya tidak menentukan atau menyebutkan nama dalam peran masing-masing. Namun setelah mereka sadar, mereka menyebutkan si A yang memasak, Si B yang mengambil air dan seterusnya, dan tidak ada perdebatan atau perbedaan dalam peran masing-masing. Kesimpulannya mereka bertemu dalam mimpi yang sama.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s