Merangkai pecahan

Tentunya bukan pecahan seperti dalam matematika (1/2, 1/3, 3/4, dsb.). Tulisan ini ditujukan untuk semua yang pernah merasa hidupnya hancur berkeping-keping.

Bagian I

Terdapatlah sebuah potongan keramik berukuran 30cm x 30cm. Potongan keramik biasa yang dapat digunakan bersama potongan-potongan keramik lainnya untuk menutupi dan menghias lantai sebuah ruangan, menambah nilai ruangan itu bukan hanya dari segi fungsi melainkan juga estetika. Suatu hari, keramik tersebut jatuh dan pecah. Hancur berkeping-keping. Keramik itu kini sudah tidak indah lagi. Seandainya seseorang mengumpulkan setiap pecahannya dan berusaha merangkainya kembali menjadi sebuah persegi berukuran 30cm x 30cm, tentu hasil akhirnya tidak akan mungkin seindah kondisi awalnya. Ia tidak mungkin lagi kembali seperti semula. Ia sudah tidak layak lagi menghiasi lantai sebuah ruangan bersama dengan keramik-keramik utuh.

Namun bayangkan jika pecahan keramik tersebut berada di tangan kreatif, apalagi di tangan Sang Seniman Agung, pecahan keramik itu bisa saja dirangkai membentuk mozaik berupa sesuatu yang berbeda, misalnya saja mozaik berbentuk bunga. Pecahan keramik itu kini kembali memiliki nilai keindahan, meskipun ia tentunya tidak lagi sama dengan keadaannya semula, sebuah persegi berukuran 30cm x 30cm. Bahkan, bagi sebagian pengamat sangat mungkin mozaik bunga itu terlihat lebih indah dari pada sebentuk persegi. Keramik itu mungkin tidak lagi dapat digunakan untuk menutupi lantai, tapi kini bisa digunakan sebagai penghias dinding.

Memang, keramik yang telah pecah tidak mungkin lagi kembali ke kondisinya semula. Namun, bukan berarti ia tidak dapat menjadi indah dengan cara yang berbeda. Sang pembuat keramik pun mungkin merasa tidak nyaman karena keramik buatannya kini memiliki bentuk yang berbeda, tidak seperti waktu baru ia ciptakan. Namun sebenarnya di mata orang lain, bentuk yang berbeda itu lebih indah. Sang pembuat keramik tidak merasakannya sebab ia terlalu terpaku dengan bentuk awal, persegi 30cm x 30cm.

Bagian II

Kini bayangkan terdapat dua potong keramik berukuran 30cm x 30cm, yang satu berwarna merah, sedangkan yang lain berwarna hijau. Kedua potongan keramik ini, secara terpisah, terjatuh dan pecah. Berdasarkan cerita sebelumnya, masing-masing potongan keramik ini dapat dirangkai menjadi mozaik bunga merah dan mozaik bunga hijau, yang tentunya berbeda karena pecahan keduanya tidak mungkin sama, namun masing-masing memiliki nilai keindahannya sendiri yang berbeda pula.

Namun bayangkan jika seseorang menyatukan seluruh pecahan keramik merah dan hijau bersama, kemudian merangkai sebuah karya besar menggunakan kedua warna tersebut, katakanlah menggunakan pecahan keramik merah sebagai bunga dan pecahan keramik hijau sebagai tangkai dan daunnya. Pecahan kedua potong keramik tersebut kini telah dirangkai menjadi suatu karya yang indah, yang sangat mungkin lebih indah daripada dua buah mozaik bunga, yang masing-masing hanya berwarna merah dan hanya berwarna hijau. Karya yang dihasilkan lebih kompleks, dengan warna yang lebih kaya.

Pecahan keramik yang berbeda warna lebih memungkinkan untuk dirangkai menjadi mozaik yang indah daripada hanya satu warna.

Bagian III

Bayangkan terdapat seorang seniman mozaik bagi setiap warna. Ada seorang seniman mozaik yang seumur hidupnya hanya pernah melihat keramik berwarna hijau, dan hanya pernah merangkai mozaik menggunakan pecahan keramik berwarna hijau. Kemudian ada lagi seniman mozaik lain yang hanya pernah melihat dan menggunakan keramik berwarna merah.

Suatu hari seniman hijau bertemu seniman merah dan ia melihat keramik merah yang dibawa seniman merah. Seniman hijau kemudian berpikir, “Benda apa ini? Indahnya, ia tidak seperti keramik lain yang pernah kulihat sebelumnya. Mari kita rangkai keramik kita bersama untuk membuat karya yang lebih indah.”

Di saat mereka bekerja bersama, seniman hijau memegang sebuah potongan keramik hijau dan merasa potongan tersebut cocok untuk diletakkan di suatu tempat. Namun karena seumur hidupnya ia hanya pernah melihat keramik hijau, ia tidak pernah mengetahui keindahan keramik hijau dari sudut pandang yang berbeda. Seniman merah, yang mengetahui keindahan keramik hijau dari sudut pandang yang berbeda, dapat melihat bahwa potongan keramik hijau yang sedang dipegang seniman hijau bisa menjadi lebih indah jika diletakkan di tempat yang berbeda. Demikian juga sebaliknya seniman hijau dapat melihat keindahan keramik merah dari sudut pandang yang berbeda.

Tentunya perbedaan pandangan di antara kedua seniman tersebut dapat dibawa ke dua arah yang berbeda: mereka bisa saling mempertahankan pendapat dan selalu bertengkar, namun alangkah lebih indah jika mereka mau berusaha menerima sudut pandang yang berbeda dan mempertimbangkannya bersama-sama.

Bagian IV

Dengan keindahan yang dapat dibentuk dari pecahan-pecahan keramik, bukan tidak mungkin Sang Seniman Agung sengaja memecahkan keramik-keramik dengan maksud untuk merangkainya kembali menjadi karya yang lebih indah.

Konklusi

Sejujurnya saya tidak akan memberikan konklusi di sini, saya menyerahkan kepada pembaca untuk menyimpulkan sendiri makna cerita di atas.

Iklan

8 thoughts on “Merangkai pecahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s