November

Satu bulan terakhir ini adalah masa yang paling sulit dalam hidupku. Berat, begitu berat beban yang kurasakan. Sering aku bertanya dalam satu bulan terakhir ini, apa salahku sehingga aku harus menghadapi semua ini? Apakah ini hukuman? Ujian? Cobaan? Apakah ini hukuman atas dosa-dosaku, agar aku jera? Atau Engkau sedang menguji sejauh mana aku bergantung kepada-Mu? Atau Engkau sedang mengizinkan iblis menarik-narik aku, mengajak aku turut ke dalam lembahnya yang kelam? Tuhan, mengapa Engkau membiarkan aku mengalami ini? Apa menurut-Mu aku bisa menghadapi ini semua? Mengapa beban seberat ini harus dirasakan bocah 21 tahun sepertiku? 21 tahun, belum bisa apa-apa, belum tahu apa-apa, bahkan belum bisa mengurus diri sendiri dengan baik, mengapa harus menanggung beban ini? Mengapa aku yang harus menanggung ini semua?

Saat ini, yang dapat kulakukan hanyalah berharap. Berharap, aku berharap bahwa keputusanku adalah keputusan yang tepat. Berharap, bahwa apa yang telah kulakukan seturut dengan kehendak Dia yang telah menaruh beban ini di pundakku. Berharap bahwa aku tidak salah langkah. Berharap Tuhan memberkati apa yang telah kulakukan.

Berharap, berharap, berharap. Aku berharap aku dapat menanggung sisa-sisa beban yang masih ada, menanggungnya dengan sisa-sisa kepingan tubuhku yang tak utuh lagi. Berharap aku masih dapat melanjutkan hariku. Berharap, berharap akan adanya sesuatu yang indah yang menunggu setelah kesudahan ini semua. Sesuatu yang keindahannya tak dapat kubayangkan, sebab apa yang dapat kubayangkan sudah tak mungkin aku dapat. Apa yang dapat kubayangkan, tak mungkin aku dapat. Aku hanya bisa berharap Tuhan menyediakan yang lebih indah dari apa yang dapat kubayangkan.

Tak akan ada habisnya jika aku harus menuliskan seluruh harapanku. Namun selain berjuta harapan itu, ada satu permintaanku kepada Tuhan. Hanya satu. Tuhan, kumohon jangan timpakan padaku cobaan, ujian, hukuman, beban seberat ini lagi, atau yang lebih berat lagi, dalam hidupku. Kumohon Tuhan, jangan lagi. Tuhan, sebagaimana Engkau berjanji dengan busur pelangi bahwa Engkau tak akan menenggelamkan Bumi lagi, berjanjliah Engkau tak akan menimpakan beban seberat ini lagi dalam hidupku.

Aku gantungkan seluruh harapanku dan seluruh sisa hidupku, yang sudah tak berarti lagi, kepada Tuhan semesta alam, Pencipta langit dan Bumi, yang cintanya terhadap manusia melebihi segala yang ada.

Iklan

2 thoughts on “November

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s