Be Like That

Kali ini saya akan membahas makna dari lagu Be Like That dari 3 Doors Down. Berikut liriknya:

He spends his nights in California,
Watching the stars on the big screen
Then he lies awake and he wonders,
Why can’t that be me

Cause in his life he is filled
With all these good intentions
He’s left a lot of things
He’d rather not mention right now
But just before he says goodnight,
He looks up with a little smile at me,
And he says,

Reff:
If I could be like that,
I would give anything
Just to live one day, in those shoes
If I could be like that, what would I do,
What would I do

Now and dreams we run

She spends her days up in the north park,
Watching the people as they pass
And all she wants is just
A little piece of this dream,
Is that too much to ask

With a safe home, and a warm bed,
On a quiet little street
All she wants is just that something to
Hold onto, that’s all she needs
Yeah!

*to Reff

I’m falling into this, dreams
We run away

*to Reff x3

Falling in
I feel I am falling in, to this again.

Sekilas lagu ini cukup jelas menggambarkan betapa pada setiap diri manusia pasti pernah terbesit keinginan untuk menjadi seperti orang lain. Contohnya saja pada verse pertama, seorang pria yang ingin jadi seperti bintang film yang sering ditontonnya. Namun saya menangkap dua makna yang lebih dalam pada lagu ini:

Yang pertama, coba perhatikan perbedaan verse pertama dengan kedua. Pria pada verse pertama tinggal di California. Ia ingin seperti bintang film yang sering ditontonnya. Bandingkan, wanita pada verse kedua tidak punya tempat tinggal. Ia menghabiskan hari-harinya di taman, dan keinginannya tidak sebesar pria pada verse pertama, ia hanya ingin punya rumah yang hangat dan nyaman, seperti orang-orang lain yang sering ia jumpai di taman. Kesimpulannya, manusia cenderung ingin menjadi seperti orang-orang yang dia lihat, yang sepertinya lebih sukses dari dirinya.

Kedua, bayangkan jika wanita pada verse kedua akhirnya memiliki rumah di California, kemudian ia pun sering menonton film, apa yang akan terjadi? Saya pikir lagi-lagi akan timbul keinginan pada dirinya untuk menjadi seperti para bintang film tersebut. Kesimpulannya, jelas bahwa manusia tidak pernah puas. Jika ingin selalu memenuhi keinginan pribadi, kita akan terjebak dalam lingkarang setan keinginan yang tak akan terpuaskan.

Kesimpulan dari kedua poin di atas, jika kita menginginkan berbagai hal, ingatlah masih ada orang lain yang keinginannya hanya “sekedar” menjadi seperti diri kita saat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s