BeOS dan Haiku, bagian 3

(Lanjutan)

Kini, ada sekumpulan orang yang ingin kembali “menghidupkan” BeOS. Mereka, dalam perusahaan Haiku, Inc., menginisiasi suatu sistem operasi yang terinspirasi dari BeOS, dengan nama Haiku.

Haiku is an open source operating system currently in development that specifically targets personal computing. Inspired by the Be Operating System, Haiku aims to become a fast, efficient, simple to use, easy to learn and yet very powerful system for computer users of all levels.

Minggu lalu telah dilakukan rilis perdana Haiku, yaitu Haiku R1 alpha 1. Saya pun telah mengunduh berkas ISO yang besarnya tidak sampai 400MB itu dan mencobanya pada VirtualBox. Setelah pulang ke Bandung saya akan segera mencoba instalasi pada PC saya di Bandung.

Secara umum, maklum masih versi alpha, versi Haiku ini tentunya belum cocok untuk digunakan sehari-hari. Masih ada fungsi dari BeOS yang belum diimplementasikan ke dalam Haiku, namun kendala sebenarnya dalam menjadikan Haiku sebagai sistem utama adalah minimnya perangkat lunak yang tersedia. Setahu saya belum ada office suite yang dirilis untuk Haiku, dan web browser yang ada pun baru BeZilla yang diturunkan dari Firefox 2.x. Selain itu tentunya untuk para developer, belum tersedia compiler dan IDE yang beraneka ragam untuk Haiku.

Dapatkah Haiku mengembalikan kejayaan BeOS? Dapatkah Haiku menyaingi puluhan tahun perjalanan Mac dan Windows? Belum lagi sistem operasi lain seperti Linux. Biarlah waktu yang menjawabnya.

Iklan

6 thoughts on “BeOS dan Haiku, bagian 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s