Origin part 1

Ada yang bertanya, mengapa saya begitu membenci pengendara sepeda motor? Ada juga yang bertanya, dari mana asalnya bekas luka di alis kanan saya? Here goes the story…

Sekitar enam belas tahun yang lalu, saya tidak ingat persisnya. Yang saya ingat, saat itu saya bahkan belum masuk SD. Kalau tidak salah saat libur setelah lulus TK sebelum masuk SD. Di pagi hari yang cerah, atau mungkin siang? Saya juga tidak ingat. Anyway, saat itu saya sedang bersepeda dengan seorang teman. Lokasinya masih di dalam kompleks Griya Depok Asri, hanya sekitar tiga puluh meter dari rumah saya sendiri. Singkat kata, sampailah pada suatu saat di mana saya diboncengi teman saya dengan sepedanya. Ketika sedang melaju sekencangnya anak TK, dari arah berlawanan tampak sebuah sepeda motor, atau lebih tepatnya skuter vespa piaggio, melaju dengan ngebutnya. Saya sempat melihat pengendara vespa berkali-kali mencoba menekan rem, namun rem pada vespanya tampak tak berfungsi.

Dalam kepanikan, teman saya dengan heroiknya menyuruh saya untuk lompat dari sepeda agar saya terhindar dari tabrakan. Apa daya seorang anak belum SD, saya mencoba melompat namun justru kaki saya penuh luka dan memar. Saya pun tidak jadi lompat. Beberapa detik kemudian, terjadilah tabrakan antara sepeda dengan vespa. Saya tidak ingat apa yang terjadi saat tabrakan itu, yang pasti detik berikutnya saya sudah terlontar dari sepeda, berada di trotoar sekitar dua meter dari tempat kecelakaan. Saya menangis, wajah saya tertutup darah dan air mata, rasa sakit di atas mata kanan, campuran darah, air mata, dan ingus masuk ke mulut saya (rasanya asin), kaos Ksatria Baja Hitam Rx saya berlumur darah, dan sebelah sandal saya menghilang (belakangan diketahui terlontar ke kali). Lebih lengkapnya silakan perhatikan ilustrasi ini (dibuat dengan Microsoft Paint 6.1 dan touchpad):

Ilustrasi

Ilustrasi

Keterangan:

  • Panah kuning: arah gerak sepeda.
  • Panah jingga: arah gerak vespa.
  • Titik merah: tempat terjadi tabrakan.
  • Angka 1: posisi saya setelah tabrakan.
  • Angka 2: posisi sebelah sandal saya setelah tabrakan, yaitu di kali.
  • Titik hitam: kontradiksi memori. Akan dijelaskan lebih lanjut.

Masih pada kondisi seperti yang disebutkan di atas, saya melihat ke TKP, dan di sana terlihat teman saya masih berdiri sambil menggenggam stang sepeda (sepedanya sendiri sudah hancur di bawahnya) sambil menangis, sedangkan si pengendara vespa terjatuh dengan vespanya.

Bersambung ke bagian 2.

Penjelasan titik hitam: seingat saya, posisi saat saya menangis berlumur darah adalah di titik hitam, yaitu tepat di pertigaan. Namun saya juga ingat persis bahwa saya menempuh panah kuning dan setelah terlontar, saya melihat ke arah TKP dari sudut angka 2. Entah yang mana yang benar.

Iklan

5 thoughts on “Origin part 1

  1. Ping balik: Origin part 2 « blackfox's burrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s