Datangnya dari mimpi

Semester tujuh, untuk sebagian program studi di ITB, sudah saatnya mengambil mata kuliah yang biasanya mulai sensitif untuk disebut. Sebut saja mata kuliah tersebut Tugas Akhir I atau TA I (bukan nama samaran). Belum lagi dengan prosedur TA yang baru di Teknik Informatika, di awal semester sempat membuat panik para TA I-ers. Di sini lah bagian pertama dari rangkaian Tugas Akhir dimulai: mencari topik dan dosen pembimbing.

Percaya atau tidak, lagi-lagi saya mendapat ilham melalui mimpi. Kali ini mengenai topik TA. Ilham ini tentu tidak muncul begitu saja. Dulu saya sudah pernah mendengar seorang dosen berkata bahwa sebaiknya mencari topik TA yang berhubungan dengan hobi. Selain itu salah seorang angkatan 2005 yang topiknya berhubungan dengan musik jazz memperkuat saran tersebut. Hingga akhirnya di suatu malam yang dingin, saya tertidur dan bermimpi. Di mimpi itu ada yang berkata, “carilah topik TA dari hobi.” Oke, kata-katanya tidak persis seperti itu tapi tak apa lah, untuk mendramatisasi :D

Kalimat itu berulang-ulang terus hingga sebuah benda muncul di pikiran: sepeda. Sepeda. Sepeda. Sejak itu hanya satu kata itu yang terulang-ulang dalam mimpi saya. Ketika bangun, saya pun melakukan inferensi.

Sepeda.

Pernah kecurian sepeda.

Butuh sistem pengamanan.

Pengamanan sepeda? Buat lebih umum.

Pengamanan kendaraan.

Lebih spesifik, kendaraan bermotor.

Kerja praktek — pengamanan rumah berbasis microcontroller.

Kesimpulan: sistem pengamanan kendaraan bermotor berbasis microcontroller.

Demikianlah proses inferensi yang saya lakukan dari mimpi menjadi topik TA.

Bukan pertama kalinya saya mendapat ilham dari mimpi. Bahkan bukan untuk kedua atau ketiga kalinya. Sudah cukup sering hal seperti ini terjadi pada saya. Mengapa bisa terjadi? Mengapa saya sering mendapat jawaban atas pertanyaan saya melalui mimpi?

Teori saya, jawaban itu sudah ada di bawah sadar saya. Sayangnya di kehidupan sadar, saya seringkali terlalu menyibukkan diri dengan hal lain. Saya tidak dapat mengangkat jawaban yang berada di bawah sadar tersebut ke atas, sehingga saya yang harus melepaskan kesadaran dan masuk melalui mimpi. Caranya? Pikirkan terus pertanyaan tersebut ketika hendak tidur.

Itu baru teori saya, jika ada yang mencoba namun tidak berhasil, saya tidak bertanggung jawab :D

UPDATE:

baru posting tentang mimpi, di Kompas muncul artikel yang sangat berhubungan.

UPDATE:

Jawaban yang muncul saat mimpi itu adalah karena saat mimpi otak kita pun tetap aktif berpikir :)

Lebih lanjut.

“When dreaming, I’m guided to another world time and time again.” (Creed – Higher)

Iklan

7 thoughts on “Datangnya dari mimpi

  1. Ping balik: Dreaming is believing « blackfox's burrow

  2. Eka Pratiwi

    wah…hebat, tapi sebuah ide bisa datang kapan saja dan dimana saja,tidak perlu saaat kita ada di Perpustakaan atau di dalam kelas, ide bisa datang saat kita mulai mencari – cari Bahan Tugas akhir kita di jaringan Internet, grafik, animasi ataupun visualisasi bisa membuat kita nyaman.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s