Kecelakaan di depan mata

Kemarin sore, pulang dari kampus sekitar pukul 20.00 kurang sedikit, saya melihat dua kecelakaan sepeda motor berturut-turut tepat di depan mata saya.

Kondisi saat itu sedang hujan, dan jalan menjadi licin karena basah. Karena itu saya memutuskan untuk parkir dulu di Circle K Dayang Sumbi untuk menunggu hujan reda, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, rupanya Badai yang saya tunggangi ini bannya kurang cocok untuk kondisi jalan licin.

Ketika sedang menunggu, berdiri di emperan Circle K, sebuah sepeda motor terpeleset di pertigaan Dayang Sumbi-Dago, dan saking ngebutnya, sepeda motor dan pengendaranya — dalam jalur yang terpisah — meluncur di jalan hingga BCA Dago, sekitar tiga puluh meter jauhnya. Untung saja jalan sedang sepi. Jika tidak, mungkin pengendara itu sudah tewas terlindas mobil yang pengemudinya tidak sempat menginjak rem.

Beberapa detik kemudian, belum setengah menit, bahkan saya masih mengamati korban kecelakaan pertama, terdengar sebuah suara tabrakan. Rupanya sebuah sepeda motor yang melaju kencang dari arah Simpang menabrak sebuah sedan berwarna hitam yang sedang berbalik arah di pertigaan yang sama dengan posisi awal kecelakaan pertama. Posisi mobil saat itu sedang melintang dalam proses berbalik arah, dan sepeda motor menabrak bagian samping kiri mobil tersebut dengan kencang.

Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca karena akan terdengar sangat tidak manusiawi. Bahkan, saking tidak manusiawinya, saya rela tidak Anda maafkan hingga dikutuki sedemikian rupa pun saya paham.

Bagian yang tidak manusiawi adalah saya PUAS melihat kedua kejadian tersebut. Puas melihat pengendara sepeda motor “masa kini” yang biasanya selalu sok menjadi raja jalanan, ngebut seenaknya, tidak berpikir bahwa dirinya menyulitkan pengguna jalan yang lain terutama pengemudi mobil dan sepeda, sok memarahi pengguna jalan lainnya padahal dirinya sendiri tidak memasang lampu sen ketika ingin berbelok, beberapa kali hampir mencelakai saya sebagai sesama pengguna jalan, tidak menyadari bahwa jika para pengendara mobil tidak mau mengalah, pengendara sepeda motor itu sendiri yang akan mati, paling untung kepalanya terlindas ban dan mati cepat, kalau sedang sial bisa mati perlahan dan tersiksa dulu terseret mobil, dan bajingan-bajingan jalanan lainnya, akhirnya kena balasannya.

Bahkan mungkin yang lebih tidak manusiawi lagi, saya selalu BERHARAP ada kecelakaan sepeda motor yang membuat korbannya kapok. Hingga kini saya masih merasa bahwa kecelakaan adalah satu-satunya hal yang dapat membuat pengendara motor di Indonesia kapok.

Saya mau mengklarifikasi dulu bahwa memang tidak semua pengendara sepeda motor seperti itu, tapi sepengamatan saya, semakin lama semakin banyak pengendara sepeda motor yang brengsek. Mungkin kepolisian terlalu mudah mengeluarkan SIM.

Sekali lagi saya mohon maaf karena sangat tidak manusiawi. Mungkin sangat iblis kata-kata saya di atas, mungkin besok saya yang akan dihukum kena kecelakaan lalu lintas, entah lah, siapa yang tahu. Tapi saya mau menghimbau para pengguna sepeda motor secara khusus: patuhilah peraturan lalu lintas itu!! Rambu-rambu bukan cuma pajangan!! Lampu sen bukan fitur tambahan, tapi wajib!! Silakan marahi saya di jalan kalau memang saya salah, tapi pastikan Anda tidak salah, atau setidaknya tidak melakukan kesalahan dengan sengaja!! Pengendara mobil mengalah pada Anda bukan mengakui Anda lebih hebat, tapi jika mereka tidak mengalah, Anda yang akan mati!! Yang paling perlu dipahami adalah Anda BUKAN RAJA JALANAN!!

Semoga kedua pengendara sepeda motor korban kecelakaan di atas kapok dan tidak lagi kebut-kebutan atau merasa diri sebagai raja jalanan.

Iklan

10 thoughts on “Kecelakaan di depan mata

  1. isa

    Wwkkwkwkwkkw,,, sabar oom,,
    di jepang yang taat lalu lintas aja masih banyak kecelakaan koq :D
    padahal kalo nyebrang di jalan yang gak ada rambunya, yang diduluin itu pejalan kaki loh, mobil berenti dolo..
    tapi tetep aja sih geng motor yang ribut kek gebleg muter2 di depan rumah tiap malem, sumpain deh pada nabrak tu geng2 motor gila :D

    Balas
    1. rsatrioadi Penulis Tulisan

      iya, padahal aturannya kan pejalan kaki — terutama kalo di zebra cross — harus didulukan, tapi coba aja nyebrang ga pake liat kiri kanan, mati lah situ xD

      Balas
  2. flashit

    kebetulan tadi pagi liat tabrakan juga, jadi ada ibu-ibu naik mio ngerem agak mendadak karena ada taksi di depan, motor di belakang jadi nabrak sampe ibu2 itu oleng dan badannya kelempar ampe nabrak tembok (duh yang ini kasian banget, di depan mata si), n apa yang terjadi berikutnya ? terdengar teriakan dari si penabrak (yang sehat walafiat dan bahkan masih tetep jalan motornya) “jangan ngerem ngedadak atu bu” dan dilanjutkan dengan ngomel2, aku hanya bisa bengong, parkir motor n ngebantu si ibu soalnya kakinya kejepit motor, bangsat !

    Balas
  3. Ping balik: Origin part 1 « blackfox's burrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s