Kuda dan Badai

Badai. Nama itulah yang akhirnya saya berikan kepada sepeda baru saya. Namun sebelum membahas si Badai ini mari sebelumnya bernostalgia ke sepeda lama saya.

Mungkin sudah tertebak dari judul post ini, nama sepeda lama saya adalah Kuda. Mungkin tidak banyak saya ceritakan bahwa namanya adalah Kuda, tapi beberapa teman sudah pernah saya ceritakan. Alasan penamaan tersebut sederhana saja: karena dia lah kuda besi-ku yang selalu setia menemaniku, di saat badai maupun terik cuaca, meskipun aku sering meninggalkannya, hingga akhirnya maling memisahkan kami berdua. Cuih cuih sok sweet banget kata-katanya :D

Lantas mengapa si Badai dinamai demikian? Sederhana juga: kuda mungkin saja digulingkan oleh badai, jadi dengan menamai sepeda baru yang kualitasnya di bawah Kuda ini dengan nama Badai, saya harap si Badai ini bisa lebih tangguh dari pada si Kuda. Tapi itu sebenarnya alasan ngasal yang baru dibuat-buat.

Alasan sebenarnya: berasa keren kan kalo disebut, “Satrio setiap hari pergi ke kampus dengan menunggangi Badai.” Kesannya saya menaiki awan hitam yang bergulung-gulung disertai petir dan halilintar.

Iklan

2 thoughts on “Kuda dan Badai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s