Mbah Surip yang sudah tak urip lagi

Beberapa hari yang lalu, Indonesia digemparkan oleh kabar tewasnya Mbah Surip. Seseorang yang begitu unik, begitu cepat muncul, dan begitu cepat hilang kembali. Sebuah contoh yang baik dari perumpamaan hidup bagaikan bunga rumput.

Hidup Mbah Surip bagaikan komet. Untuk sekian lama tak terlihat, tiba-tiba melintas, bersinar terang, membuat semua orang terperangah. Namun sekejap mata berikutnya, sudah hilang. Tak terlihat lagi di langit.

Mbah Surip merupakan contoh sempurna betapa tidak bergunanya kita mengumpulkan harta di dunia. Belum sedikitpun ia dapat, royalti yang kabarnya mencapai lebih dari empat milyar rupiah itu. Belum sempat ia merasakan helikopter yang sangat ingin dimilikinya itu.

Benar adanya, hidup itu bagaikan bunga rumput. Keindahannya hanya sebentar terlihat, namun setelah itu hilang ditiup angin. Di hidup kita yang singkat ini, janganlah mencari keuntungan untuk diri kita sendiri.

Perumpamaan hidup bagaikan bunga rumput tidak selesai sampai ketika bunga rumput tersebut hilang tertiup angin. Masih ada bagian yang sering terlupakan oleh kita. Bunga rumput diterbangkan oleh angin untuk akhirnya bertemu dengan lawan jenisnya dan akhirnya berkembang biak. Menumbuhkan bunga-bunga baru yang juga indah, yang hidupnya pun singkat. Demikian juga dengan hidup kita, tidak cukup dengan tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri, kita harus berguna untuk orang lain semasa hidup kita.

Ingatlah kata-kataku di atas.

Iklan

4 thoughts on “Mbah Surip yang sudah tak urip lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s