Lunascape: 3 in 1

Barusan mendapat info tentang adanya web browser bernama Lunascape yang saat ini sudah mencapai versi 5.1.2 (tapi kok gak pernah terdengar ya, sebelum ini?). Browser gratisan ini membuat klaim yang sangat muluk. Pertama, disebut 3 in 1 karena menggunakan tiga engine: Trident (IE), Gecko (Firefox), dan Webkit (Safari, Google Chrome). Kedua, klaim Javascript rendering tercepat di antara browser-browser populer. Ketiga, fitur yang sangat banyak hanya dalam installer berukuran 8.42Mb.

Hanya ada satu cara membuktikannya, yaitu download dan instal! Selama download saya menyempatkan diri melihat video di situsnya, dan menurut opini pribadi, desainer video tersebut cukup kampungan/alay/P2S/gromang. Selain itu tampilan situsnya juga tidak memenuhi kriteria-kriteria IMK. Tapi apalah arti sebuah iklan jika produknya memang sudah bagus. Jadi memang harus kita coba produknya.

Pengujian

Dengan adanya fitur penggunaan engine Trident, tentu saja implikasinya adalah Lunascape hanya dapat digunakan di atas Windows. Setidaknya sampai saat ini.

Pertama, ukuran installer hanya 8.42Mb. Padahal klaimnya mengandung tiga engine plus fitur yang banyak sekali. Selesai download, langsung coba instal. Installer memberikan opsi untuk instalasi secara portable, sebuah nilai plus. Tetapi oh tetapi, rupa-rupanya 8.42Mb belum termasuk engine Gecko dan Webkit. Installer pun men-download kedua engine tambahan tersebut yang masing-masing ukurannya belasan megabyte. Selain itu tentu saja Trident sudah built-in di dalam instalasi Windows, sehingga 8.42Mb itu sama sekali tidak berisi engine. Atau mungkin berisi engine Javascript, tapi itu cukup menjelaskan mengapa fitur yang demikian banyak bisa masuk ke dalam 8.42Mb.

Kedua, ketika pertama kali dijalankan, start-up time tidak secepat klaim di situsnya. Kemudian pengguna diminta untuk mengatur engine default yang akan digunakan. Trident dapat langsung digunakan, namun ternyata untuk menggunakan kedua engine lainnya diperlukan inisialisasi yang cukup lama. Untungnya hanya butuh satu kali inisialisasi untuk setiap engine.

Selain itu di awal pengguna juga diminta untuk mengatur skin default. Skinning, suatu fitur yang sangat saya benci. Namun masih saya tolerir karena bisa menggunakan native skin Windows dengan tampilan menyerupai IE6.

Ketiga, pengujian masing-masing engine. Bagus, rasanya ini fitur yang benar-benar bisa dibanggakan — bukan karena fitur yang revolusioner, tetapi karena belum ada browser lain yang memiliki fitur ini. Firefox pun dengan add on hanya bisa menggunakan dua pilihan engine: Gecko dan Trident. Penerapan Acid3 membuahkan hasil yang wajar: 6/100 untuk Trident, 93/100 untuk Gecko, dan 100/100 untuk Webkit.

Dari sisi kecepatan pun, kecepatan rendering bergantung pada engine apa yang sedang digunakan. Tidak jauh berbeda dengan penggunaan IE, Firefox, maupun Safari.

Kesimpulan

  • Kebanyakan fitur relatif tak berguna.
  • Klaim di situsnya cukup berlebihan.
  • Fitur 3 in 1 cocok untuk web developer.
Iklan

3 thoughts on “Lunascape: 3 in 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s