Pencarian bagian II: dasar dan definisi pencarian

Saya menyebut diri saya “can do everything, but cannot do everything well.” Mungkin ini sifat keturunan. Yang saya maksud adalah, saya bisa coding. Bahkan mungkin ada yang bilang jago. Tapi tidak sebaik Jansen atau KhanWil atau Petra.

Saya bisa main gitar. Banyak yang bilang saya jago main gitar. Tapi tentu saya masih kalah dari TePan atau Mario. Saya seorang bassist, tapi Fadlan jauh lebih hebat dari pada saya.

Desain grafis, saya bisa. Tapi masih kalah dari Edri atau Titz. Saya beberapa kali membuat patung dari bahan 100% selotip. Patung-patung itu bagus. Tapi di SR pasti banyak yang bisa membuat patung lebih bagus lagi.

Saya bahkan yakin bisa menari lebih baik dari teman-teman saya, ambillah contoh tarian Puxada de Rede atau Coco de Roda pada acara Ritmo de Capoeira Desember 2006 lalu. Meskipun di capoeira sendiri saya sangat cupu dibandingkan teman-teman seangkatan, saat membawakan tarian-tarian ini saya yakin (dan memang diakui sebagian orang) lebih baik dari teman-teman saya, karena saya merasa yakin memahami dan menghayati emosi kesedihan dari Puxada de Rede dan keceriaan Coco de Roda. Namun tetap saja saya bukan yang terbaik, antara lain dari sisi stamina, saya lebih mudah lelah.

Bukan cuma seni. Sebutlah matematika. Waktu SMA, di kelas 3, logika saya dalam bidang matematika jelas lebih tinggi dibandingkan kebanyakan isi kelas. Tapi Wita atau Kakek rasanya lebih tinggi lagi dari saya. Bahkan mata pelajaran yang tidak saya suka: biologi. Saat ujian akhir sekolah, saya membuat preparat terbaik seangkatan, menurut guru biologi saya sendiri. Namun tentu saya tidak cukup jago untuk lolos olimpiade biologi tingkat kota sekalipun, jauh dari Hendy yang meraih perak di tingkat nasional.

Mungkin bisa dibilang, keahlian saya luas, namun tidak mendalam. ‘Sial’nya, sifat inilah yang mungkin membuat saya berpikir mengenai the Search. Seorang pelukis, yang mendalami seni lukis namun tidak memperhatikan seni musik mungkin tidak akan mencari keterhubungan antara sebuah lukisan pemandangan alam dengan musik rock. Namun, karena mengetahui sedikit dari berbagai bentuk seni yang ada, timbullah pertanyaan-pertanyaan dalam diri saya. Sialnya lagi, saya anak teknik, sehingga saya ‘harus’ mendefinisikan pertanyaan dan pencarian ini: adakah bentuk seni yang mengatasi segala bentuk seni lainnya di dunia ini, suatu wujud yang lebih mendalam namun sekaligus lebih luas? Dan jika ada, bentuk apakah itu?

Demikanlah dasar dan definisi dari the Search.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s