Pencarian bagian I: bentuk-bentuk seni

Inilah pencarian saya akan seorang istri. Ups, salah… Pencarian ini berhubungan dengan seni, pencarian yang saya beri nama ‘the search for true ultimate form of art,’ atau singkatnya akan saya sebut saja the Search.

art /α:t/ n [U] use of the imagination to express ideas or feelings
— Oxford Learner’s Pocket Dictionary, 3rd Edition

Banyak yang mendefinisikan seni, namun sebagaimana bentuk seni itu sendiri yang bukan hanya kata-kata, demikian juga definisi seni tidak cukup hanya dijelaskan dengan kata-kata.

Seperti yang pasti Anda ketahui, ada banyak sekali bentuk seni. Musik, lukisan, patung, tarian, puisi, novel, dan sebagainya. Ada juga yang menyebut istilah seni bela diri, yang menyatakan bahwa sebagian orang mempercayai bahwa bela diri juga merupakan bentuk seni, meskipun saya sendiri belum bisa menemukan rasa seni dari bela diri selain pencak silat dan capoeira. Untuk hal ini mungkin Larsa atau Puthut bisa membantu.

Kemudian ada juga buku berjudul ‘the art of programming,’ yang menyebabkan sebagian orang menginterpretasikan bahwa ada bagian dari pemrograman yang merupakan seni. Padahal konon ‘art’ pada judul buku tersebut mengacu pada Arthur, nama teman dari penulis buku tersebut. Bagi saya sendiri, pemrograman itu bukan sebuah bentuk seni. Dalam pemrograman ada yang disebut dengan reusability. Pernyataan ‘a software is engineered, not manufactured’ menjelaskan hal tersebut. Ada rutin-rutin atau fungsi-fungsi yang dapat digunakan untuk keperluan-keperluan yang berbeda, yang bagi saya mematahkan pernyataan ‘pemrograman adalah sebuah bentuk seni.’ Namun ada bagian-bagian kecil dari pemrograman yang terkadang tidak dapat terulang, sebuah rutin dengan tujuan yang sama dapat berbeda implementasi dalam keperluan yang berbeda, dan tidak dapat digantikan. Hal ini, sebagian yang sangat kecil dari pemrograman ini (bukan pemrograman itu sendiri), bagi saya adalah bentuk yang sangat sederhana dari seni.

Bagi saya seni bisa saja diproduksi (manufactured), tapi tidak direkayasa (engineered, sebenarnya saya rasa kata ‘rekayasa’ tidak tepat untuk ‘engineering‘). Contoh art manufacturing adalah printed arts, yang dapat dicetak berkali-kali dan tidak menghilangkan rasa seni dari produk itu sendiri. Engineering dapat dilakukan untuk elemen dari karya seni. Misalnya ada seniman yang membuat patung dari komponen-komponen sepeda bekas. Komponen-komponen tersebut tentu saja hasil rekayasa (engineering), namun patung itu sendiri bukan.

Selanjutnya ada catur, yang menurut teman saya — jagoan catur, Parry, memiliki unsur seni juga. Itulah sebabnya kecerdasan buatan tetap tidak bisa mengalahkan manusia dalam permainan catur.Saya tidak terlalu menyenangi catur jadi saya sendiri belum menemukan bentuk dari unsur seni tersebut.

Uraian-uraian di atas dimaksudkan untuk membuka mata bahwa seni tidak melulu sebuah karya yang dibuat oleh seorang nyentrik yang gayanya unik. Pemahaman ini akan diperlukan untuk the Search.

Iklan

One thought on “Pencarian bagian I: bentuk-bentuk seni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s