Cabe dan Indonesia

Indonesia… negaraku.

1. Indonesia

Saya sering melihat bahwa secara komunal orang Indonesia tampak lebih beringas dibandingkan dengan orang Eropa. Sedikit konflik, buntuntnya tawuran antar sekolah. Sedikit masalah, ujungnya bentrok warga dengan aparat. Belum lagi maraknya program kriminal di televisi, yang menunjukkan bahwa sebagian orang Indonesia menyukai tayangan demikian.

2. Cabe

Pedas! Itu yang pertama ada di otak saya jika mendengar tentang cabe. Sebenarnya apa sih rasa pedas itu? Di lidah kita tidak ada yang namanya saraf perasa pedas, karena pedas bukanlah sebuah rasa (taste). Yang diaktifkan oleh minyak yang terdapat di dalam cabe adalah saraf perasa sakit. Itulah mengapa orang yang kepedesan sering berkeringat dan mengeluarkan air mata.

3. Cabe dan Indonesia?

Saya mempunyai sebuah teori. Kebanyakan orang Indonesia (dan Asia bagian selatan pada umumnya) menyukai pedas. Ini berarti secara tidak sadar mereka suka menyiksa diri sendiri (berdasarkan poin 2). Mengapa secara tidak sadar? Karena kebanyakan tidak mengetahui bahwa rasa pedas sesungguhnya adalah rasa sakit.

Sekarang bayangkan seorang pemuda berusia dua puluhan yang sejak kecil selalu dipukuli oleh seseorang, setiap hari atau setidaknya setiap minggu. Secara alami, pasti ada rasa di dalam dirinya yang ingin membalas perbuatan itu. Ada emosi yang tertumpuk di dalam dirinya sejak kecil.

Nah, demikian juga dengan cabe yang selalu “memukuli” para penggemar pedas. Sejak kecil, setiap hari lidahnya disiksa oleh rasa sakit. Akibatnya, ada emosi yang tertumpuk. Permasalahannya adalah, karena mereka tidak menyadari bahwa penyiksa itu adalah diri mereka sendiri, yang selalu memberi cabe setiap hari, mereka tidak tahu harus membalas dendam kepada siapa. Akhirnya, emosi mudah meledak jika ada sedikit saja singgungan dari pihak lain.

Itu adalah teori saya, yang tentunya belum terbukti. Ada yang mau menanggapi? Mungkin untuk anak psikologi bisa jadi bahan tugas akhir/skripsi? Hehehe…

[update]

Menanggapi komentar Meliza, “terlalu spesifik untuk hal yang general.”

Jika benar bahwa ada pengaruh dari ‘rasa’ pedas pada kondisi psikologis seseorang, tentunya hal ini hanya salah satu faktor dari keberingasan orang Indonesia. Pastinya masih ada faktor-faktor lain yang dapat bervariasi untuk setiap individu. Tapi setidaknya ‘rasa’ pedas ini berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Iklan

16 thoughts on “Cabe dan Indonesia

  1. mini_teh

    memang cabe adalah jahat.

    perlu diketahui bahwa Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa gara2 makan buah dari pohon cabe pengetahuan yang baik dan yang jahat.. ^.^

    Balas
  2. meliza766hi

    terlalu spesifik untuk mencakup hal yg general…
    huehuue ;)

    awa penggemar pedas / cabe, tapi sebatas penambah rasa makanan..bukan justru untuk menyakiti awa..

    just my opinion..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s