Kisah bayi kembar

Sudah dua minggu berlalu sejak Paskah, tapi tak apa-apa lah… It’s never too late for a Good News.

Ini adalah kisah tentang sepasang bayi kembar yang hidup bahagia di dalam kandungan ibu mereka. Mereka saling menyayangi, dan mereka sungguh senang dengan kenyataan bahwa mereka selalu bersama. Ibu mereka selalu memberi makanan dan oksigen yang cukup, dan kondisi di dalam kandungan sungguh ideal bagi mereka.

Delapan bulan berlalu sejak mereka tinggal di dalam kandungan, dan mereka kini tumbuh semakin besar hingga ruang di dalam kandungan sudah hampir tidak cukup lagi. Mereka sadar, tidak lama lagi mereka harus keluar dari sana. Ketakutan mulai menghantui mereka.

“Saudaraku, sebentar lagi kita akan dilahirkan, apa yang akan terjadi ya, di luar sana?”

“Aku tidak tahu, saudaraku. Aku takut di luar nanti kita akan terpisah dan tidak dapat hidup bahagia bersama.”

“Iya, bukankah jika kita dilahirkan nanti, tali pusar kita harus dipotong? Berarti kita tidak akan mendapatkan makanan lagi dari ibu kita seperti sekarang. Kesulitan apa lagi yang akan kita hadapi nanti?”

“Entah, kakak kita yang sudah lebih dulu lahir dari pada kita tidak pernah kembali ke sini untuk menceritakan apa yang terjadi di luar sana. Aku pun tidak tahu apakah ia baik-baik saja di sana.”

Satu bulan pun berlalu dan tibalah saatnya mereka dilahirkan. Ketika pertama kali menatap dunia di luar kandungan ibunya, mereka pun menangis, mereka menjerit, “tolong, aku tidak berani melihat apa yang ada di luar!!” Namun setelah memberanikan diri membuka mata, mereka melihat apa yang ada di sekeliling mereka: dunia yang penuh dengan warna, tidak seperti dunia monoton yang ada di dalam kandungan. Dunia yang indah, di mana terdapat orang-orang lain selain mereka berdua. Dan yang lebih indah lagi, kini mereka dapat melihat ibu mereka. Selama di dalam kandungan, mereka hanya dapat merasakan kasihnya, melalui makanan dan oksigen tanpa melihat bagaimana rupanya. Tapi kini mereka dapat melihatnya, merasakan hangatnya pelukannya.

Tahun-tahun berlalu, dan kedua saudara itu hidup bahagia. Mereka bertemu dengan kakak mereka, juga ayah mereka yang belum pernah mereka ketahui bagaimana rupa dan suaranya ketika mereka masih di dalam kandungan. Bahkan kini mereka sudah lupa bagaimana rasanya hidup dalam keterbatasan dalam kandungan, hidup yang dulu mereka rasakan sebagai hidup yang bahagia.

***

Demikian juga hidup kita sebagai manusia, yang seringkali takut akan kematian. Kita takut akan kematian, karena kita belum pernah merasakannya. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi setelah kematian. Namun seperti halnya kisah sepasang bayi kembar di atas, yakinlah di balik kematian adalah hal yang indah, yang belum dapat kita pahami sekarang. Di balik kematian kita akan melihat Tuhan, yang selama ini hanya kita rasakan kasihnya — seperti sepasang anak kembar yang kini dapat melihat ibunda mereka.

Dalam cerita di atas, kakak yang lebih dulu lahir tidak kembali ke dalam kandungan untuk menceritakan kebahagiaannya. Namun, tidak demikian dengan kehidupan kita. “Kakak” kita, Yesus Kristus telah turun ke dalam kerajaan maut, dan bayangkan, Ia telah kembali dan berkata, “jangan takut!” Bukan itu saja, Ia pun berkata, “Aku akan menyertaimu hingga akhir zaman.” Jika tanpa kakak yang kembali pun kedua saudara kembar tersebut akhirnya merasakan kebahagiaan di luar kandungan, apalagi kita, setelah “kakak” kita kembali ke dalam “kandungan” dan menceritakan indahnya hidup “di luar kandungan”? Kini kita punya jaminan, dan tidak seperti sepasang saudara kembar, kita tidak perlu merasa khawatir akan kematian.

Selamat Paskah!

Iklan

7 thoughts on “Kisah bayi kembar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s