Yang benar

Bahasa Indonesia makin lama makin jarang digunakan dengan benar… Bukan berarti saya sendiri selalu menggunakan bahasa Indonesia dengan benar (lebih jauh di akhir post ini). Saat ini saya ingin membuat daftar kata-kata yang tidak ada dalam bahasa Indonesia tapi sering digunakan, atau kata dalam bahasa Indonesia yang tidak digunakan dengan benar:

  • notulensi, yang benar notulen, pembuat notulen disebut notulis.
  • absesnsi, jika yang dimaksud adalah daftar hadir. Absensi adalah daftar ketidakhadiran, dan presensi tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.
  • kongkrit atau konkrit, yang benar adalah konkret.
  • yang populer akhir-akhir ini, contreng tidak terdapat dalam bahasa Indonesia, yang benar adalah  centang.

Ada lagi yang lain? Silakan komentar…

Hal-hal yang seperti ini menimbulkan pertanyaan, sebuah dilema dalam kepala saya yang sudah ada sejak lama: bahasa terbentuk untuk berkomunikasi. Jadi mana yang lebih penting, menggunakan bahasa Indonesia seadanya (atau asal-asalan) selama pesan tersampaikan, atau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, di mana jika kedua komunikan memahami bahasa Indonesia, berarti pesan juga tersampaikan?

Selama ini sih saya pribadi menerapkan manajemen identitas, menggunakan metode pertama untuk kondisi tertentu dan metode kedua untuk kondisi lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s