Senyum yang tulus

Arkavidia telah berjalan. Sebenarnya tentu berhasrat untuk menulis review Arkavidia, namun pasti nanti di aggregator ada banyak. Jadi dari pada review teknis saya ingin membagikan kebahagiaan saya terkait Arkavidia, dan saya harap pembaca dapat mengambil hikmahnya. Kalo ternyata aggregator sepi besok deh saya post review teknis.

Sebelumnya ingin bertanya, biasanya menjelang suatu acara kita menggunakan istilah H- (baca: ha min), misalnya H-3 (ha min tiga) melambangkan tiga hari sebelum acara atau hari-H. Tapi kalau acaranya lebih dari satu hari, biasanya kita sebut dengan acara hari pertama (H1), acara hari kedua (H2), dan seterusnya. Nah, pertanyaannya adalah, di manakah nol? Ada H-3, H-2, H-1, kemudian langsung H1, H2, dst. Di manakah H0? Hehehe.. Intermezzo gak penting.

Kemudian ingin berterima kasih dan memohon maaf, tapi karena inti post ini bukan ucapan terima kasih/permintaan maaf, maka singkat saja. Terima kasih secara khusus kepada Tim Desain (Edri, Dimas, Abe, Yuki, Wawa, Tito, Mirza), Koordinator Perlengkapan (Puthut), Manager Logistik (Garibaldy), PJ OpClos (Tami, Andru), band dadakan (Tepan, Andru, Indra, Riga), Unit Capoeira Quizumba ITB (Vendo dkk), Manager Keuangan (Hari Bagus), Ketua Arkavidia (Andri), dan tak lupa tentunya Ketua Himpunan (Nanto) serta beberapa teman di luar HMIF yang sempat menjadi tong sampah curhat-curhat saya perihal Arkavidia. Selanjutnya permohonan maaf saya sampaikan kepada Tim Desain (Edri, Dimas, Abe, Yuki, Wawa, Tito, Mirza), Manager Hubungan Luar (Nadhira), PJ OpClos (Tami, Andru), serta para pengisi acara Closing terutama band dari MTM (maaf lupa namanya dan gak inget nama semua personilnya).

Oke, sekarang ke inti post yaitu “senyum yang tulus.” Apa sih maksud judul ini? Jadi sejujurnya di hari ketiga (H3) Arkavidia, saya merasa telah mengekspresikan senyum terbaik saya, senyum tertulus saya, setelah pekerjaan berat berbulan-bulan. Senyum paling lebar mungkin, dan tentunya senyum paling bahagia. Banyaaaaak hal yang menyebabkan senyuman itu, yaitu:

  1. Arkavidia sukses! Dari expo yang semula ditargetkan 4 venue dengan pengunjung 2000 orang, rupanya ketika dikurangi menjadi 2 venue saja, pengunjung hingga H3 tercatat 1335 orang. Kerja keras, banting tulang Hari Bagus yang sempat pesimis dalam hal dana, terbayar ketika menjelang hari-H banyak sponsor yang mengiyakan. Overall, sukses berat lah.
  2. Setelah sekian lama… Manggung lagi! Iya, setelah lama banget gak nge-band, akhirnya saya kembali merasakan nge-band, bareng Andru dkk di acara penutupan Arkavidia, meskipun hanya akustikan. Meskipun diwarnai insiden senar 4 bass saya, yah jadikanlah itu pelajaran (maaf banget buat band dari MTM). Tapi di luar itu senang juga akhirnya bass yang sudah saya miliki sejak kelas 2 SMA itu digunakan untuk acara sebesar ini.
  3. Parana e! Setelah sekian lama, akhirnya mendengarkan kembali lagu Capoeira, melihat aksi-aksinya, dan bahkan kembali beraksi (meskipun setelah 2 semester tidak latihan, jadi aksi saya super duper cupu). Dan sebagai ketua angkatan pertama, saya bangga melihat UCQI sudah sangat berkembang sejak tahun 2006 (meskipun saya dengar dari segi respeito perlu perhatian).
  4. Bertemu lagi dengan kawan-kawan lama sesama alumnus TOKI angkatan berapapun: Ambro, Yungki, Edo, Winardi, dan lain-lain (banyak banget, gak mungkin disebut satu per satu). Banyak ngobrol-ngobrol, sedikit bernostalgia, benar-benar melengkapi ketiga keceriaan saya di atas. Dulu sebenarnya sempat ketemu waktu di ACM/ICPC, tapi di Arkavidia lebih ramai lagi rasanya.

Mungkin kelihatannya hanya empat, tapi kalau setiap poin harus diuraikan lagi bagian-bagian yang membahagiakan, rasanya post untuk topik ini saja panjangnya akan melebihi panjang total seluruh post di blog ini.

Iklan

4 thoughts on “Senyum yang tulus

  1. fachrielantera06

    terlihat tulus tulisannya seperti senyumnya :D..
    semangat bung..gw rasa karakter lw keren :D..seorang coder yang jago adalah seorang yang memiliki jiwa seni (senang maen bass ternyata :D)..apapun itu..dan pasti memiliki jiwa seni..hal itu tertulis di apple way waktu saya baca,mengatakan bahwa.,”jika Anda melihat para programmer kami, maka programmer kami adalah orang yang mencintai seni, orang yang senang seni adalah orang yang memiliki hasrat yang tinggi untuk sesuatu yang baru, dan komputer pada saat itu adalah hal yang baru, kalau Anda memperhatikan programmer kami, maka Anda akan melihat ada yang senang bernyanyi, bermain musik , dsb (kira2 seperti itu di bukunya..ya apapun itulah yang penting harus ada jiwa seninya, seni itu luas maknanya :D).. dan banyak lagi dari paparan orang2 besar …:D..semangat bung..

    Balas
  2. josephine

    kayaknya lo mengalami hari2 yang hectic ya karena arkav,,

    tapi tampaknya lo senag…

    sama di sini gw juga,,

    bahkan rasanya gw sudah menggendut nih gara2 ujian ngemil mulu…bagus deh.

    jahhh,,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s