Mimpi nyata

Bob berjalan pulang dari kampusnya. Saat itu pukul satu dini hari. Bus kota sudah tidak beroperasi lagi mulai pukul sembilan malam, maka Bob harus berjalan kaki. Memang sudah biasanya ia pulang selarut itu, namun sejak sepedanya dicuri, baru kali ini ia pulang berjalan kaki sendirian. Biasanya ia berjalan bersama rekan-rekannya yang tinggal berdekatan dengannya. Namun saat ini kondisi memaksanya untuk berjalan sendirian. Bukan berarti Bob keberatan, dari dalam hatinya sesungguhnya Bob memang lebih menyukai berjalan kaki sendiri di tengah gelapnya malam. Mungkin memang bukan kebetulan matanya berfungsi lebih baik dalam suasana remang-remang dibandingkan dengan di tempat terang, benar-benar cocok untuk Bob yang mengagumi indahnya malam.

Ada dua rute dari kampus menuju rumahnya, yaitu jalan yang selalu gelap tanpa lampu dan menurut gosip adalah daerah yang angker dan penuh kriminal, serta jalan memutar yang lebih jauh namun lebih aman. Seperti biasa, Bob selalu mengambil rute terpendek untuk pulang. Bob tidak pernah takut akan hal yang demikian. Ketika masih bersepeda pun, ia selalu mengambil rute ini dan tidak pernah satupun kejahatan ataupun kejadian mistis terjadi padanya.

Namun malam ini berbeda. Di titik tergelap dalam perjalanannya, Bob dihadang oleh seorang pemuda yang wajahnya tak dapat terlihat saking gelapnya. Yang dapat ia ingat adalah pemuda itu mengenakan kaos kuning dan menyandang tas selempang hitam. Bob tidak dapat melihat corak kaos yang dikenakan pemuda tersebut.

“Berikan dompetmu,” bisik pemuda itu. Bob tidak pernah takut melewati jalan itu bukan tanpa alasan. Ia dapat membela dirinya melawan tiga orang sekaligus jika memang diperlukan. Maka Bob pun menunjukkan penolakannya dengan posisi siap berkelahi, tanpa berbicara. Tak disangka, tanpa berkata juga, pemuda berkaos kuning tersebut langsung mengeluarkan pisau dari tas hitamnya dan menikamkannya ke perut Bob.

***

Bob terbangun di kamarnya, dengan rasa kebas menjalar di sekujur tubuhnya selama beberapa detik. Setelah kebas itu hilang, Bob menyadari dirinya bermandi keringat. Mimpi itu benar-benar terasa nyata. Aneh sekali, Bob belum pernah kalah melawan satu orang saja, bahkan di mimpinya sekalipun. Ini pertama kalinya ada orang yang menusuknya di dalam mimpi, bahkan sampai terbangun dalam keadaan kebas.

***

Bob sama sekali bukan penakut. Mimpinya beberapa hari yang lalu tidak membuatnya takut melewati rute horor itu setiap hari. Akhir-akhir ini kondisi sering memaksa Bob untuk pulang sendirian di tengah malam, dan ia tetap selalu menggunakan rute terpendek. Hari-hari berlalu, tetap tidak ada kejadian aneh yang menghampiri Bob di jalan itu, hingga pada suatu hari, tepat satu bulan sejak mimpi buruknya.

Berbeda dengan malam-malam sebelumnya, kali ini kondisi berbalik. Ada hal tertentu yang menyebabkan Bob harus berangkat ke kampus pada pukul satu pagi. Berjalan menuju kampus, ia tetap menggunakan rute terpendek. Di titik tergelap dalam perjalanannya, Bob melihat seorang pemuda berjalan ke arahnya. Bob teringat ia selalu menyimpan pisau lipat di tasnya. Bob menghampiri pemuda tersebut dan berbisik, “berikan dompetmu.” Pemuda itu tampak menolak, maka dengan sigap Bob mengeluarkan pisau dari tasnya dan menikamkannya ke perut pemuda itu. Pemuda malang itu roboh ke tanah seketika, dan Bob langsung mengambil dompet pemuda itu kemudian berlari menuju kampusnya.

Bob mencapai gerbang kampusnya, yang selalu terang oleh lampu jalan. Bob memperhatikan dirinya sendiri yang bermandi cahaya lampu, sedang mengenakan kaos kuning dan menyandang tas selempang hitam.

***

Iklan

9 thoughts on “Mimpi nyata

  1. Ping balik: Cerpen favorit « blackfox’s temporary burrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s