[how-to] Meningkatkan kadar kepongahan hingga empat kali lipat

Sebelumnya, karena saya pernah menemukan bahwa ada teman saya yang tidak mengetahui arti kata ‘pongah’, berikut definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

1po·ngah a sangat sombong atau angkuh (baik perbuatan maupun perkataan); congkak;
ber·po·ngah-po·ngah v berkata-kata (bertingkah laku) sombong atau angkuh;
me·mo·ngah·kan v menyombongkan;
ke·po·ngah·an n kesombongan; keangkuhan

Ada dua kata yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar kepongahan hingga empat kali lipat, yaitu ‘lucunya’ dan ‘telanjur’. Detailnya sebagai berikut:

1. Lucunya

Rekan-rekan Teknik Informatika yang pada semester keempat dulu mengambil mata kuliah IF2251 – Strategi Algoritmik bersama dengan saya kemungkinan besar telah memahami kata pertama ini. Untuk yang lain, saya ceritakan sedikit pembukaan, bahwa pada salah satu pertemuan mata kuliah tersebut diisi oleh seorang alumni Teknik Informatika ITB yang sangat cemerlang, dan bukan kebetulan dulunya juga merupakan seorang ketua HMIF. Sebut saja namanya Tito (bukan nama sebenarnya). Pada pertemuan itu ia menceritakan prestasi-prestasinya yang ‘wah’ dalam berbagai perlombaan saat kuliah dulu, dan tetap menjadi seorang ketua HMIF yang berkarisma (bukan, maksud saya bukan motor H*nda Karisma). Beberapa rekan (termasuk saya) menganggap beliau sebagai “pongah bertanggung jawab,” yaitu pongah karena memang memiliki sisi yang bisa dibanggakan.

Salah satu ceritanya adalah mengenai perlombaan yang ia ikuti, yang diselenggarakan oleh salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Beliau bercerita bahwa ada satu kelompok yang benar-benar niat mebgikuti lomba, sampai membawa-bawa alat peraga berupa model kapal selam. Melihat hal itu, Tito pun menjadi sedikit minder. Ia pun menghampiri kelompok tersebut dan berkata (kalimat mungkin sedikit berbeda dengan kejadian asli tanpa ada perubahan makna), “Wah, kalo kaya gini sih lo yang menang deh, gue juara dua aja.” Hal ini sudah mengungkapkan kepongahan, yaitu bahwa Tito tidak menganggap kelompok-kelompok yang lain, begitu percaya diri bahwa jika kelompok berkapal selam menjadi juara, kelompoknya lah yang menjadi juara dua, bukan kelompok lain. Namun rupanya kalimat berikutnya membuat kepongahannya menjadi empat kali lipat. Coba bayangkan jika Tito berkata, “Tapi ternyata kelompok saya yang menang!” Tingkat kepongahannya mungkin hanya akan bertambah 1,5 kali lipat. Namun, tak disangka-sangka, kalimat yang ia ucapkan adalah, “LUCUNYA, saya yang menang.” Wew…

Sepanjang kuliah itu, Tito banyak menggunakan kata ‘lucunya’, dan terbukti sudah bahwa kata itu, jika digunakan pada kalimat yang tepat, akan meningkatkan kadar kepongahan hingga empat kali lipat.

2. Telanjur

Untuk kata kedua ini, singkat saja. Perhatikan dua contoh berikut dan renungkan sendiri bagaimana kata ‘telanjur’ yang dapat meningkatkan kadar kepongahan hingga empat kali lipat.

Contoh 1:

A: Hidup lo enak banget ya, banyak cewe yang tertarik sama lo.
B: Ya habis gimana lagi, saya memang ganteng.

Contoh 2:

A: Hidup lo enak banget ya, banyak cewe yang tertarik sama lo.
B: Ya habis gimana lagi, saya udah telanjur ganteng.

Iklan

6 thoughts on “[how-to] Meningkatkan kadar kepongahan hingga empat kali lipat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s