Googlism

Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah situs resmi agama baru di dunia: Googlism, yang menganggap Google sebagai tuhan. Waktu itu langsung mau posting tentang Googlism, eh ternyata Jansen sudah posting duluan. Ya sudah saya discard draft saya mengenai Googlism.

Tapi sekarang saya merenungi isi Googlism ini dan mencoba bercermin. Melalui post ini saya juga mau mengajak teman-teman yang percaya adanya Tuhan untuk ikut bercermin (terutama anak informatika/IT/apapun yang banyak berhubungan dengan komputer). Selain yang percaya adanya Tuhan boleh pergi dari halaman ini sekarang dan baca-baca post saya yang lain. Cermin ini datangnya dari apa yang penganut Googlism sebut “bukti bahwa Google adalah tuhan,” poin yang ketiga, yaitu:

“Google answers prayers. One can pray to Google by doing a search for whatever question or problem is plaguing them. As an example, you can quickly find information on alternative cancer treatments, ways to improve your health, new and innovative medical discoveries and generally anything that resembles a typical prayer. Ask Google and She will show you the way, but showing you is all She can do, for you must help yourself from that point on.”

Dari sini, langsung saja kita renungkan. Singkat saja kok. Sebagai orang yang percaya Tuhan, mana yang lebih sering kita lakukan: mencari jawaban — berdoa kepada Tuhan yang kita percayai, atau mencari sesuatu di mesin pencari Google? Mungkin di mulut kita bicara “saya percaya Tuhan.” Tapi dalam kehidupan, seringkali kita lebih mendewakan Google — jika ada pertanyaan yang sulit dijawab, berapa dari Anda yang akan langsung menyarankan, “Google aja!” ?

Mari bercermin.

Iklan

8 thoughts on “Googlism

  1. Captain_kurO

    Ya, dengan adanya fenomena2 macam gini, kita harus melihat apakah kita sebagai manusia lebih bergantung kepada kekuatan manusia (teknologi, komputer, theorems, and those of their kind) ketimbang ke-Mahakuasaan Tuhan.

    [Well, I confess, I sometimes do…., okay maybe often….., okay okay I always do!! PUAS?!]

    Balas
  2. Desy

    Hmm.. Minta sama Tuhan bukan berarti kita ga melakukan sesuatu kan? Nyari di google itu salah 1 usaha kita, selain doa.

    Gw baru tau ttg agama google ini.

    Balas
    1. rsatrioadi Penulis Tulisan

      sebenarnya intinya apakah dengan bertanya pada google itu kita jadi melupakan Tuhan atau tidak.. jadi benar-benar mendewakan google, kalo ada apa-apa yang pertama diingat google.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s