Proyek besar yang akan memakan seumur hidupku dan diturunkan pada keturunanku

[yang ingin ikutan silakan join group http://groups.yahoo.com/group/mariberbahasa/]

Yak. Akhirnya nge-blog lagi. Kali ini saya mau cerita tentang proyek seumur hidup saya, suatu proyek yang berhubungan dengan bahasa.

Tenang, tenang… Bukan bahasa pemrograman kok. Justru lebih susah lagi, bahasa natural. What’s the project? Gini, kita semua tau kalo di dunia ini banyak banget bahasa yang dikenal manusia. Yang kita kenal baik tentunya bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, bahasa Inggris, dan mungkin beberapa bahasa turunan bahasa Latin seperti Spanyol, Italia, Perancis, atau Portugis. Nah proyek saya adalah membuat sebuah bahasa natural yang grammar dan semantic-nya mengambil kelebihan-kelebihan dari grammar dan semantic bahasa yang sudah ada, dan mengeliminir kekurangannya. Bukan syntax, karena untuk membuat syntax bahasa yang lengkap tentunya butuh lebih lama dari seumur hidup, bahkan mungkin lebih lama dari tujuh generasi. Karena sudah banyak bahasa di dunia ini, mengapa tidak saya serap vocabulary yang ada dari bahasa lain? Toh tujuan saya membuat struktur bahasa yang baik, bukan vocabulary-nya.

Ide ini muncul ketika saya ngobrol-ngobrol dengan ibu saya mengenai kata ulang dalam bahasa Indonesia. Untuk sebuah benda jamak, bahasa Indonesia menggunakan kata ulang, misalnya “rumah-rumah” untuk menggambarkan “banyak rumah.” Bandingkan dengan bahasa Inggris, yang cukup menambahkan suffix -s atau -es (house menjadi houses) atau bahasa Sunda yang umumnya menambahkan infix -ar- (tahu menjadi tarahu). Kedua bahasa terakhir ini nampak lebih ringkas dalam menyatakan benda jamak daripada bahasa Indonesia. Obrolan ini membuat saya berpikir lebih lanjut mengenai bahasa. Meskipun baik dalam hal kata benda jamak, bahasa Inggris memiliki kelemahan dalam grammar. Setiap kata kerja berubah bentuk sesuai dengan waktu terjadinya (past, present, future). Tentunya hal ini juga dapat mempermudah – tanpa menggunakan keterangan waktu pun kita tahu bahwa suatu kejadian terjadi di masa lalu, misalnya. Namun perubahan bentuk kata kerja ini menyulitkan sebab adanya irregular verb. Aturan perubahan kata kerja ini tidak seragam untuk semua kata, sehingga seringkali menyulitkan orang yang sedang mempelajari bahasa tersebut.

Kasus lain: pada bahasa Spanyol, setiap kata benda memiliki gender. Pada zaman modern seperti ini saya rasa tidak lazim jika benda mati memiliki sifat maskulin atau feminim. I mean, ayo lah, masa kita sebut meja itu cewe, kursi itu cowo. Ga masuk akal lah. Selain itu sama dengan kasus irregular verb bahasa Inggris di atas, hal ini menyulitkan pelajar untuk menentukan gender sebuah benda mati.

Tentunya banyak contoh kelebihan dan kelemahan lain dari bahasa-bahasa di dunia, itulah yang membuat saya ingin membuat sebuah bahasa baru yang lebih baik. Sejauh ini, saya belum merancang grammar, baru sebatas mempelajari kelemahan dan kelebihan bahasa-bahasa yang saya kenal. Jika ada yang ingin membantu, mohon hubungi saya. Mungkin Anda bisa membagikan opini Anda mengenai kelebihan dan kekurangan bahasa yang Anda kuasai, dan saya juga akan share opini saya, supaya pengetahuan kita bertambah luas :)

[yang ingin ikutan silakan join group http://groups.yahoo.com/group/mariberbahasa/

Iklan

7 thoughts on “Proyek besar yang akan memakan seumur hidupku dan diturunkan pada keturunanku

  1. isa

    hmmm.. tapi sat, kadang pandangan orang kan beda2,, misalnya kalo menurut gw, kanji itu bener2 praktis loh!!!! ;D tanpa tau cara bacanya, lw bisa paham arti satu kata atw frase..

    jadi menurut gw lebih baik gunakan kanji dari pada alfabet! nah lo! setuju gak?

    eh, berarti kita (hihih,, dalam hal ini, count me in ;)), butuh satu induk bahasanya, ya gak? misalnya kita ambil induk bahasanya bahasa indonesia, pangkas kekurangannya, ambil kelebihan dari bahasa laen. Apa nih induk bahasanya?

    Balas
  2. rsatrioadi

    ini kayanya server blog gw lagi ngaco, 2 komentar hilang begitu saja..

    @isa

    ok, you’re in :)

    betul! pandangan orang mengenai masing2 bahasa memang berbeda,, oleh karna itu kita butuh orang lain, supaya wawasan semakin kaya.

    gw juga sudah sempat berpikir, mau nge-edit bahasa Indonesia atau bener2 bikin baru? dan gw pikir untuk tahapan awal ini, pake basis bahasa indonesia aja… yang sudah lengket dengan kehidupan kita sehari2. biarpun lu di jepang ga bakal lupain bahasa indonesia kan sa?

    eh gw jadi kepikiran, gimana kalo gw bikin milis aja buat ini yah? yang berminat silakan gabung ke http://groups.yahoo.com/group/mariberbahasa/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s