Mac vs PC: User Interface

Kali ini saya ingin membahas perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari desain user interface sistem operasi buatan Apple dan Microsoft. Versi yang digunakan untuk perbandingan adalah Mac OS X Leopard dengan Windows Vista. User interface yang dibandingkan di sini adalah graphical user interface dari shell default masing-masing sistem operasi, tidak mencakup aplikasi lain seperti file manager.

Mengapa saya tidak membandingkan mereka dengan Gnome atau KDE juga? Sebab Leopard dan Vista merupakan perangkat proprietary, sedangkan Gnome dan KDE bersifat open source. Membandingkan perangkat proprietary dengan open source layaknya membandingkan apel dengan jeruk, dua benda dari genus yang berbeda.

Perbandingan ini bukanlah perbandingan yang profesional, justru sebaliknya. Dalam membandingkan kedua user interface ini saya memakai kacamata awam, sebab first impression bagi seorang pengguna awam adalah interface, bukan? Oleh karena itu, perbandingan pun saya lakukan dengan pengaturan default.

1. Desktop

Untuk desktop (wallpaper dan icon-icon), tidak terlalu banyak perbedaan antara Leopard dan Vista. Hanya ada satu perbedaan yang esensial.

Perbedaan tersebut adalah bahwa pada Leopard, secondary storage (maupun partisinya) yang ter-mount pada sistem ditampilkan sebagai icon pada desktop, mempermudah akses pengguna ke secondary storage yang bersangkutan. Begitu juga dengan removable storage yang baru dipasang setelah OS berjalan, seperti CD atau flash drive. Begitu flash drive ter-mount, icon flash drive tersebut juga ditampilkan pada desktop. Sungguh nyaman. (level kenyamanan: sofa)

Pada Windows Vista, menampilkan icon secondary storage pada desktop tidak dapat dilakukan tanpa menggunakan 3rd party software. Bukan hal yang nyaman. (level kenyamanan: kursi kayu)

Pemenang: Mac OS X Leopard

2. Taskbar dan Dock

Pada Leopard, terdapat sebuah bar di bagian atas layar yang berisikan menu untuk aplikasi yang sedang berjalan, penunjuk waktu, serta icon-icon indikator yang kira-kira analog dengan system tray di Vista. Bagi saya ini merupakan desain yang kurang baik, sebab rasanya kurang intuitif jika pada sebuah aplikasi yang berjalan dalam suatu window, menu untuk aplikasi tersebut berada di area yang berbeda dari window yang bersangkutan. Selain itu, tentu saja banyaknya menu untuk tiap aplikasi bervariasi. Pada aplikasi yang hanya memiliki sedikit menu, akan terdapat banyak ruang kosong pada menu bar yang tersia-siakan. Ruang tersebut seharusnya dapat digunakan untuk hal lain, misalnya shortcut untuk aplikasi yang sering digunakan.

Shortcut dan window yang sedang di-minimize pada Leopard ditampilkan sebagai icon pada dock yang secara default berada di bagian bawah layar. Dock ini memiliki efek animasi yang menarik, dan isi dari dock juga dapat di-customize. Namun, ukuran default dari dock ini benar-benar menyita ruang. Jika ukuran dock dikecilkan, akses icon pun menjadi sulit. Mungkin lebih baik jika kegunaan dari dock ini diintegrasikan ke dalam menu bar, kurang lebih seperti pada Vista. (level kenyamanan: kursi kayu)

Pada Vista, terdapat sebuah taskbar (secara default berada di bawah layar) yang berisi start button, kumpulan shortcut yang biasa disebut quick launch (opsional), tombol-tombol yang merepresentasikan aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan, serta system tray yang berisi icon-icon sistem dan penunjuk waktu. Ketika start button diaktifkan, muncul sebuah menu yang me-list semua perangkat lunak yang sudah di-instal pada sistem. Selain itu dalam menu tersebut juga terdapat shortcutshortcut lain yang berhubungan dengan sistem. Bahkan ada fitur baru yang tidak terdapat pada versi Windows sebelumnya, yaitu fitur pencarian shortcut pada start menu. Seluruh area pada taskbar digunakan dengan optimal, dan bahkan icon-icon pada system tray dapat disembunyikan untuk memberi ruang lebih. Sungguh nyaman. (level kenyamanan: sofa)

Pemenang: Windows Vista

3. Window

Desain window pada Leopard sangat elegan dan hemat ruang. Sebuah window terdiri atas title bar dan area untuk aplikasi, dan window tersebut hanya memiliki border setebal satu pixel, benar-benar elegan dan memberikan ruang lebih untuk aplikasi tersebut. Warna yang digunakan juga nyaman untuk dilihat. Adanya efek bayangan di belakang window secara jelas menunjukkan window mana yang sedang aktif, serta keterurutan window-window dalam sumbu Z (Z-order).

Sayangnya, ada satu elemen desain yang buruk pada window di Leopard. Elemen tersebut adalah tombol zoom, yang, tidak seperti yang saya kira ketika pertama kali menggunakan Leopard, tidak analog dengan tombol maximize pada Vista. Menekan tombol zoom tidak selalu memperbesar suatu window sehingga memenuhi layar, bahkan pada beberapa kasus justru memperkecil ukuran window. Tombol ini mengubah ukuran dan posisi window menjadi ukuran dan posisi yang paling nyaman untuk aplikasi yang bersangkutan. Kegunaan tombol tersebut bukanlah hal yang buruk, sebab mungkin saja sebuah aplikasi idealnya memang hanya membutuhkan sedikit ruang. Hanya saja nama tombol tersebut tidak melambangkan kegunaannya. Mungkin nama yang tepat bukanlah zoom, melainkan fit window. (level kenyamanan: kursi kayu)

Microsoft mencoba membuat desain window yang lebih menarik pada Vista, namun gagal total. Seperti pada Leopard, window di Vista juga memiliki title bar dengan empat tombol (sebenarnya tiga tombol dan satu icon yang juga dapat berfungsi seperti tombol) dan area untuk aplikasi. Sayangnya, border pada window di Vista sangat tebal. Saya tidak tahu persisnya, tapi sepertinya secara default border window tersebut memiliki ketebalan sekitar 5 pixel. Benar-benar boros! Window di Vista juga memiliki efek bayangan, namun bayangan tersebut kurang mencerminkan Z-order dari window yang bersangkutan. Selain itu, title bar pada Vista memiliki efek transparan dan memberi efek blur pada window ataupun desktop yang berada di belakangnya. Menurut saya pribadi, efek transparan ini memang terlihat indah, namun tidak memiliki nilai guna. Apa gunanya title bar yang transparan jika toh elemen di belakang title bar tersebut juga di-blur sehingga tidak terlihat? Hanya memberatkan mata dan membuang resource komputer yang berharga. (level kenyamanan: kursi listrik)

Pemenang: Mac OS X Leopard

4. Drag-and-Drop

Untuk drag-and-drop juga tidak banyak perbedaan. Di sini keduanya tidak mempunyai kelebihan dibandingkan satu sama lain, tetapi memiliki kekurangan.

Di Leopard, men-drop icon flash drive (atau removable storage lain) ke Trash sama dengan melakukan unmount terhadap flash drive (atau removable storage) tersebut. Sangat tidak intuitif. Saya pribadi awalnya mengira bahwa men-drop icon tersebut ke Trash akan mem-format atau paling tidak menghapus seluruh isi storage yang bersangkutan. (level kenyamanan: kursi kayu)

Di Vista, sayangnya tombol-tombol di taskbar tidak dapat di-drag sesuka hati untuk mengatur posisinya. Padahal ketika saya membuka banyak aplikasi ketika mengerjakan beberapa tugas sekaligus, saya merasa lebih nyaman jika tombol-tombol di taskbar yang merepresentasikan aplikasi yang saya buka dikelompokkan berdasarkan kegunaannya. Misalnya saya sedang coding (membuka Notepad++, Command Prompt, serta Zeus GFM untuk manajemen file) sambil mendesain logo suatu acara besar (membuka Inkscape). Taskbar pun akan lebih nyaman digunakan jika tombol Notepad++, Command Prompt, dan Zeus GFM letaknya bersebelahan dan tidak terpisahkan oleh Inkscape, bukan? (level kenyamanan: kursi kayu)

Pemenang:

Seandainya kelebihan-kelebihan dari masing-masing elemen user interface di atas digabungkan, dan kekurangan-kekurangannya dieliminasi, terciptalah suatu desain user interface yang ideal bagi saya. Adakah yang berminat mewujudkannya (mungkin dalam bentuk shell alternatif dan/atau visual style/theme)? Boleh menghubungi saya untuk berdiskusi.

Demikian perbandingan yang saya lakukan, jika ada masukan atau ada tulisan saya di atas yang tidak tepat, mohon segera memberi komentar.

P.S. : Oh iya, mungkin di antara Anda ada yang menanyakan pendapat saya mengenai desain file manager Finder dan Windows Explorer. Manakah desain file manager yang lebih baik? Jawaban saya sudah jelas: Zeus GFM :D

Iklan

One thought on “Mac vs PC: User Interface

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s