Tuhan memang benar-benar adil

Prolog:

Dalam program studi Teknik Informatika ITB, banyak dosen yang tidak mengizinkan mahasiswa untuk terlambat satu detik pun. Termasuk yang dalam tulisan ini akan saya sebut sebagai ‘Pak Dosen’, yaitu dosen IF3057 Sistem Informasi yang bukan hanya tidak mengizinkan mahasiswa terlambat, tapi bahkan beliau pernah datang lebih awal (jam 7 kurang, harusnya mulai kuliah jam 7) dan tetap tidak mengizinkan mahasiswa yang datang pada pukul 6.59 untuk masuk kelas karena beliau sudah mulai mengajar.

Alkisah, ada seorang mahasiswa (baca: saya) yang sudah bertekad untuk tidak pernah terlambat dan tidak pernah tidak masuk kuliah pada masa semester 5-nya, sebab pada semester-semester sebelumnya ia pernah bangun kesiangan hingga dengan kesadaran diri tidak mencoba untuk masuk kelas (karna pasti pintunya sudah dikunci). Selama sekitar 1 bulan semester 5 berjalan, ia memang benar-benar tidak pernah terlambat, hingga pada suatu pagi (baca: tadi pagi), ia pun bangun kesiangan, yakni pukul 6.50, sedangkan kuliah IF3057 Sistem Informasi dimulai pukul 7.00. Tanpa sempat mandi dan gosok gigi (mengutip lagu sebuah band Indonesia zaman dulu kala, Harapan Jaya dengan lagunya ‘Kuliah Pagi’) meskipun sempat berdoa, ia pun langsung berganti baju dan pada pukul 6.52 ngebut menggunakan sepedanya-yang-berwarna-merah-putih-biru-meskipun-tidak-ada-sangkut-pautnya-dengan-Belanda-ataupun-Amerika-Serikat. Dengan dorongan yang kuat untuk tidak telat, ia pun memecahkan rekor pribadi pergi ke kampus dalam waktu 8 menit (rekor sebelumnya: 9 menit) hingga tiba di parkiran tepat pukul 7.00.

Ia pun pesimis, mengingat Pak Dosen selalu tepat waktu. Berjalan dari parkiran ke ruang 7602 di Labtek V tercinta membutuhkan waktu 2 menit. Di perjalanan menuju ruang kuliah tersebut (sambil berpikir, “yah, masa usaha gw untuk ga pernah telat gagal sih?”) ia bertemu dengan Sang KaDivKel HMIF periode 2008-2009 (baca: Fahmi) dan ‘saudara’nya (baca: Agus) yang pernah memenangkan kategori IF06 ter-autis dua kali berturut-turut dan dengan autisnya Agus mengira bahwa saat itu masih pukul 6.55. Namun, alangkah senangnya ia ketika tiba di 7602, ternyata Pak Dosen belum tiba! Ia pun langsung menempati kursi terdepan yang tersisa dan menunggu hingga Pak Dosen tiba sekitar pukul 7.12.

Aneh bukan? Pak Dosen yang selalu datang tepat waktu, bahkan pernah cepat waktu, tiba-tiba terlambat?? Ternyata Tuhan memang benar-benar adil, ketika ia melihat usaha mahasiswa tersebut untuk tidak terlambat, ia pun memberi kesempatan dengan membuat Pak Dosen terlambat. Bukan berarti sebelumnya mahasiswa tersebut tidak percaya bahwa Tuhan itu adil, tapi sebelumnya ia belum pernah merasakan keadilan tersebut secara langsung. Biasanya kan, Tuhan membalas perbuatan kita ga selalu tepat setelah kita lakukan, ya ga sih??

Iklan

One thought on “Tuhan memang benar-benar adil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s