Valhalla

Besok (080830, 1700) mau Musik Sore HMIF, gw main bass di band The BIUS. Hmm… Tiba-tiba teringat band masa SMA, Valhalla. Kangen sama mereka, pingin nge-band bareng mereka lagi. Meskipun waktu SMA dulu kami baru pernah manggung satu kali.

Anyway, langsung saja kita bahas Valhalla. Mulai dari personil:

  1. Maulana (rhythm), boss-nya Valhalla yang paling narsis.
  2. Mario Ray (melody), sobat gw waktu SMA. Jago abizzz…
  3. Anom (vocal), si ganteng idola wanita :D
  4. Oki (vocal), sorry boss, gw lupa nama lu tulisannya gimana. Oki? Oky? Okki? Okky? Yah whatever lah, punten punten sorry boss
  5. Cham2 (drum), dulu sih suka hilang tempo. Sekarang gak kan boss?
  6. Malvin (keyboard), sejak kelas 1 selalu jadi keyboardist RohKris SMAN 1 Depok :D – :D
  7. Satrio (bass), yang paling ganteng, keren namun tetap humble (huekk…) dari semuanya. Ia juga yang mendesain logo Valhalla (meskipun seiring kerusakan harddisk yang pernah dialami Satrio, semua soft copy logo Valhalla yang keren itu turut lenyap).

Dulu harusnya kami tampil perdana di AKSI 29 (kalo ga salah), pentas seninya SMA kami. Kami band keempat yang seharusnya tampil, tapi hujan deras membuat panggung runtuh tepat setelah band ketiga turun panggung usai memainkan lagu terakhir mereka. Whheeeeeeww… Batal manggung deh, Valhalla…

Jadinya kami cuma dapet kesempatan manggung sekali lagi sebelum masing-masing personil cabut untuk kuliah, yaitu di perpisahan angkatan kami… Di perpisahan, membalas dendam ke-tidak-jadi-tampil-an kami, kami pun dengan tidak sengaja menggunakan waktu lebih dari yang disediakan panitia, sampai akhirnya panitia memotong lagu terakhir kami dengan cara mematikan microphone secara sepihak. Untung ga banyak pemirsa yang sadar. Hehehe… Waktu itu kami bawain lagu You’ll Be In My Heart (Phil Collins), Naluri Lelaki (Samsons), Demi Waktu (Ungu), dan Takkan Terulang (Ungu lagi). Sebenarnya ga bisa dibilang gw suka lagu-lagu itu, yang gw suka cuma You’ll Be In My Heart sama Takkan Terulang (liriknya bagus), tapi karena band itu ga cuma satu orang, jadi ya harus mengalah pada yang lain. Oh iya, kami juga bawain Haruskah Ku Mati (Ada Band).

Maka setelah perpisahan pun kami melanjutkan kuliah masing-masing. Gw yang pergi ke Bandung dan jarang pulang pun tidak pernah bertemu mereka lagi secara lengkap. Kabar-kabarnya Malvin keluar, dan mereka dapat bassist baru dan pernah tampil di tempat lain dan gw ga tau lagi deh…

[sok_dramatis mode on]

Valhalla, aku rindu kalian dan masih ingin jadi bassist kalian, mungkin di suatu saat nanti…

[sok_dramatis mode off]

BTW, ada yang mau tau dari mana nama Valhalla? Hmm…Valhalla itu kalo di mitologi Skandinavia adalah rumahnya Odin, atau bisa dianalogikan dengan Surga. Tapi alasan kami memilih nama ini adalah…waktu latihan di studio 144, kami melihat kardus ampli bermerk Valhala. Kebetulan kami sedang mencari nama band. Ya sudah, kami adaptasi jadi nama band deh… :D – :D – :D – :D – :D

VISIT INDONESIA YEAR 2008!!!

Iklan

One thought on “Valhalla

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s