ReactOS : Windows XP gratis?

screenshot ReactOS 0.3.3 shell

Sistem operasi apa yang Anda gunakan? Windows XP atau Vista keluaran Microsoft? Ubuntu, Fedora Core, atau salah satu dari ratusan distro Linux lainnya? MacOS X dari Apple? Kombinasi dari dua sistem operasi? Atau malah tiga atau lebih? Tak bisa dipungkiri, “jabatan” sistem operasi paling populer hingga saat ini masih dipegang oleh Windows XP. Kompatibilitas dengan berbagai macam perangkat keras (dibandingkan MacOS X yang resminya hanya dapat dijalankan pada perangkat keras buatan Apple), stabilitas yang lebih baik (dibandingkan versi sebelum Windows 2000 ataupun Windows Vista), serta kayanya variasi perangkat lunak untuk berbagai macam kebutuhan dan kemudahan membuat perangkat lunak baru (dibandingkan dengan Linux) menjadi andalan sistem operasi buatan Microsoft ini.

Namun, mahalnya lisensi untuk sistem operasi ini cukup menyulitkan, khususnya bagi warga negara berkembang seperti Indonesia ini. Akibatnya, pembajakan perangkat lunak terjadi di mana-mana. Praktisi teknologi informasi yang mulai menghargai HaKI akan lebih menyukai sistem operasi Linux yang lisensinya jauh lebih murah, bahkan tidak sedikit yang gratis. Namun, kebanyakan klien masih menggunakan keluarga sistem operasi Windows, sehingga tidak jarang para praktisi teknologi informasi ini terpaksa menggunakan keluarga sistem operasi Windows, yang juga tidak jarang merupakan produk bajakan. Lantas bagaimana? Tidak bisakah kita memiliki sistem operasi yang kompatibel dengan keluarga Windows, khususnya Windows XP, dengan stabilitas yang kurang lebih sama, legal, dan yang paling penting dalam kasus ini : murah? Mungkin tidak lama lagi kita akan mendapatkan jawabannya.

Tidak banyak yang tahu mengenai sistem operasi yang satu ini, bahkan dari kalangan praktisi teknologi informasi. Tujuan dibuatnya sistem operasi ini dapat menjawab semua persoalan di atas, bahkan lebih baik. React Operating System atau ReactOS tidak hanya akan kompatibel dengan Windows XP, tapi juga gratis dan bahkan bersifat open source! Proyek ReactOS ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1996. Diawali sebuah kelompok yang menamakan diri FreeWin95, mereka ingin membuat sistem operasi yang meniru Windows 95. Namun, pada akhirnya proyek ini hanya sebatas diskusi mengenai desain sistem, tanpa hasil. Akhirnya, pada akhir 1997 Jason Filby menjadi koordinator proyek ini dan memanggil kembali anggota-anggota FreeWin95. Proyek ini dibangkitkan kembali dengan tujuan membuat tiruan Windows NT yang teknologinya masih diimplementasikan pada Windows XP dan Vista. Filby juga menekankan pada hasil berupa source code daripada sekedar diskusi. Proyek ini kemudian diberi nama ReactOS, yang diambil dari to react, menandakan reaksi mereka terhadap monopoli pasar sistem operasi oleh Microsoft. Awalnya, proyek ini berjalan lambat, namun seiring berjalannya waktu, makin banyak orang yang mau berkontribusi sehingga perkembangan proyek semakin cepat. Sudah cukup banyak perangkat lunak untuk Windows yang dapat dijalankan tanpa masalah pada ReactOS. Sebagai contoh, untuk pemrograman, antara lain Delphi 7, Dev-C++, Dev-Pascal, Free Pascal Compiler, dan Microsoft Visual Studio 6.0 Professional telah berjalan dengan baik. Untuk office suite, OpenOffice.org, office suite open source terbesar, versi 2.02-nya telah sukses diuji pada ReactOS. Bahkan Microsoft Office 2000 juga telah berjalan dengan baik pada sistem operasi yang masih berada pada tahap alpha ini. Selain itu, masih banyak perangkat lunak lain yang kompatibel dengan ReactOS hingga tidak dapat disebutkan satu per satu.

Hingga tulisan ini dibuat, ReactOS sudah mencapai versi 0.3.6, yang masih merupakan tahap alpha. Artinya, sistem operasi ini belum dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Namun dengan sifatnya yang open source, diharapkan pengembangan ReactOS akan lebih cepat dan tidak memiliki bug sebanyak Windows XP. Rencananya, versi berikutnya, yaitu 0.3.7 akan dirilis bulan September 2008 mendatang. Versi 0.4 masih akan tetap berstatus alpha, sedangkan versi 0.5 akan mulai menapaki status beta yang sudah dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Tim ReactOS merencanakan versi 0.5 akan dirilis sebelum tahun 2008 berakhir. Setelah versi 0.5, perjalanan akan terus dilanjutkan hingga versi 1.0 yang oleh para pengembang ReactOS disebut sebagai versi Gold atau Production, yang merupakan rilis final dari ReactOS. Semoga saja versi ini dirilis sebelum sistem operasi Windows XP “karatan”.

Lagi-lagi, saya tutup dengan tag line yang tidak berhubungan dengan isi post,

VISIT INDONESIA YEAR 2008!!!

Iklan

6 thoughts on “ReactOS : Windows XP gratis?

  1. Ping balik: blackfox’s burrow » Shell alternatif untuk Windows

  2. Ping balik: Shell alternatif untuk Windows « Sister..Sister..Sister..

  3. rsatrioadi

    @mul14
    .
    Mac memang UNIX-like, dia itu turunan dari BSD. Tapi ReactOS, seperti dinyatakan di situsnya, “Actually, the ReactOS project reimplements a state-of-the-art and open NT alike operating system based on the NT architecture-design.”
    .
    REIMPLEMENTS A STATE-OF-THE-ART AND OPEN NT ALIKE OPERATING SYSTEM BASED ON THE NT ARCHITECTURE-DESIGN. Jadi jelas2 bukan UNIX.
    .
    Selain itu, kalo Anda bilang untuk PC hanya ada Windows dan UNIX-like, tidak sepenuhnya benar juga. Yang populer memang iya, tapi sistem operasi minor seperti BeOS dan OS/2 yang memang memiliki kompatibilitas dengan UNIX-like OS, secara internal tidak di-desain secara UNIX-like. Bahkan OS/2 adalah “penerus” DOS yang dibuat oleh IBM (dulu kerja sama IBM – Microsoft).

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s