Es krim goreng adalah inkarnasi surga

Dalam berbagai kepercayaan disebutkan bahwa hal-hal duniawi berkebalikan dengan hal-hal suci atau surgawi. Dalam berbagai bahasa, kata dunia ekuivalen dengan Bumi, atau lebih umum lagi, planet. Dalam fiksi ilmiah berbahasa Inggris, misalnya, sebuah planet asal suatu spesies cerdas sering disebut dengan istilah homeworld. Bumi adalah homeworld bagi Homo sapiens.

Menimbang definisi kata dunia dan turunannya, duniawi, serta membandingkannya dengan es krim goreng, saya pun dengan ngasalnya mengatakan bahwa es krim goreng adalah inkarnasi surga. (Kata yang terpikir oleh saya dalam bahasa Inggris adalah epitome atau embodiment, tapi saya tidak tahu kata yang tepat dalam bahasa Indonesia.)

Baca lebih lanjut

Are you (touchscreen) experienced

Saya pernah bilang: gak ada yg mengalahkan touchscreen experience di Windows Phone. Setidaknya menurut pengalaman saya, touchscreen Windows Phone adalah yang paling nyaman digunakan di antara mobile device yang pernah saya gunakan.

Sebagai pembuka tentunya perlu diklarifikasi dulu lingkungan mobile apa saja yang pernah saya gunakan: Windows Phone, iOS, sedangkan untuk Android palingan saya pernah pake hasil pinjam karena saya gak punya. Kalo Bl… Blek… Black… yah yang satu itu lah pokoknya, saya belum pernah pakai dan gak berniat untuk pakai juga. Oh iya, untuk Windows Phone saya cuma pernah pakai merk Nokia, belum pernah berjumpa langsung dengan device Windows Phone merk lain. Jadi mungkin saja superiority yang saya rasakan adalah sebagian karena Nokia, bukan karena Windows Phone saja. Saya juga bukan pengguna tablet, jadi bahasan ini terbatas pada device berukuran layar di bawah 6 inci.

Jadi aspek apa saja yang membuat saya berkesimpulan touchscreen di Windows Phone paling hebat? Baca lebih lanjut

[How-To] Nyomot emot dari Skype

Post sebelumnya di blog ini berjudul Faith, part I dan dulu waktu nulis post itu memang direncanakan ada part II, tapi sekarang saya sendiri sudah lupa part II mau cerita apa. Oleh karena itu mari kita lupakan saja.

Untuk post kali ini, ceritanya di suatu negeri social media non-mainstream, terdapat fitur untuk menambah emoticon sendiri. Custom emoticons, kata orang sana. Trus di lingkaran pertemanan saya di social media tersebut, ada yang doyan pakai emoticon dari suatu aplikasi IM/VoIP buatan hasil akuisisi Microsoft. Nah pengennya sih ngambil file GIF bawaannya aplikasi itu, tapi ternyata susah. Di C:\Program Files\ gak ketemu. Akhirnya seorang ksatria satrio pun turun tangan dan melakukan screen capture untuk mendapatkan emoticon tersebut. Bagaimana caranya? Baca lebih lanjut

Faith, part I

Faith in humanity, restored. (Kata ABG online masa kini.)

Kemarin waktu pulang kantor di jalan banyak sekali pengendara yang tidak beradab. Perasaan lebih banyak dari yang pernah dijumpai selama di Bandung dan jadi berpikir, kayaknya semakin lama semakin banyak pengendara yang tidak beradab. Tapi hari ini ketika berangkat ke kantor ada kejadian yang mengejutkan (in a good way).

Jadi kalau berangkat ke kantor saya keluar dari rumah kost belok ke kanan. Nah tadi tumben-tumbennya di sebelah kanan ada mobil parkir, nggak tanggung-tanggung mobilnya Pajero yang sebesar… sebesar Pajero. Jadi menghalangi pandangan saya terhadap incoming traffic dari sebelah kanan.

Dalam kondisi normal (tidak terhalang Pajero) saja dari arah kanan seringnya pengendara tidak mau mengalah, dan saya harus agak ngotot atau pasrah menunggu jalan agak sepi supaya bisa memotong jalan untuk ke jalur kiri. Apalagi kondisi terhalang Pajero, saya tidak bisa melihat apakah ada traffic dari arah kanan.

Nah yang mengejutkan adalah, ada seorang pengendara Vespa, kelihatannya mahasiswa, yang berhenti dan kemudian memberi gesture untuk pengendara-pengendara lain di belakangnya untuk berhenti dan memberi saya jalan untuk lewat. Sekarang hal seperti itu sudah jarang sekali ditemukan di jalanan di Indonesia ini.

Thanks, anak muda, you made my day.

(Berasa tua banget nyebut ‘anak muda’.)

Tombol dan otak

Perhatikan gambar berikut:

Shift key

Gambar di atas adalah sebuah foto dari tombol Shift di keyboard komputer. Sekarang perhatikan gambar berikut:

Close buttonKalau gambar sebelumnya merupakan foto dari sebuah objek nyata (fisik) yaitu keyboard, gambar di atas merupakan “tombol bohongan” di layar komputer. Meskipun bukan benda nyata, tapi kita tetap bisa menangkap bahwa gambar itu adalah gambar tombol. Ada gradien dan bayangan unyu-unyu yang seolah-olah berkata kepada kita, “Saya tombol, saya bisa diklik lho!” Tapi grafik di komputer zaman dahulu tidak sekaya itu, tidak mudah membuat gradien dan bayangan ketika layar komputer cuma bisa menampilkan 8 warna. Tapi coba perhatikan gambar berikut:

OK buttonGambar itu masih berteriak, “Saya bisa diklik lho,” meskipun kalau kita perhatikan baik-baik, zoom sampai sepuluh kali lipat, kita dapat melihat bahwa gambar di atas hanya terdiri atas tiga warna: hitam, putih, dan satu shade abu-abu. Kalau boleh dibilang (jelas boleh, kan gambar itu buatan saya sendiri), gambar itu sebenarnya cuma dua garis hitam, dua garis putih, dan (garis-garis hitam yang membentuk) tulisan “OK”. Dan bahkan garis-garis tersebut tebalnya hanya satu pixel! Tapi mengapa kita bisa mengerti kalau gambar itu merepresentasikan sebuah tombol?

Itulah hebatnya otak manusia. Kita bisa melakukan penyederhanaan dari benda nyata menjadi suatu model yang tetap kita mengerti maksudnya. Contoh lainnya adalah gambar stick figure yang meskipun cuma lima garis dan satu lingkaran tetap bisa kita anggap sebagai manusia. Otak manusia bisa mengisi detail yang hilang dari gambar tersebut dari ingatan dan imajinasi.

Nah, coba pikirkan, kalau empat garis saja bisa kita anggap tombol, rasanya tidak mengherankan kalau siluet ranting pohon bisa kita kira hantu, bayangan gelap di sebuah foto langit kita kira UFO, bercak air di tembok terlihat seperti wajah tokoh agama tertentu, dan pola bulu kucing terlihat seperti tulisan tertentu dalam huruf Arab.

A good day for web

Hari ini bisa jadi adalah salah satu hari bersejarah untuk web, karena pada hari ini tidak cuma ada satu, tapi dua browser engine “baru” yang diumumkan. Kalau biasanya kita tahu WebKit (dipakai oleh Chrome, Safari, etc), Gecko (dipakai oleh Mozilla Firefox, etc), Trident (dipakai oleh IE), dan Presto (dipakai oleh Opera, tapi akan segera dipensiunkan), hari ini ada pengumuman dari Mozilla+Samsung dan Google.

Mozilla, bekerjasama dengan Samsung, akan merilis browser engine bernama Servo.

Google membuat fork dari WebKit yang dinamai Blink.

Untuk Servo, intinya ada pada pemanfaatan kemampuan perangkat keras masa kini: “Servo is an attempt to rebuild the Web browser from the ground up on modern hardware, rethinking old assumptions along the way. This means addressing the causes of security vulnerabilities while designing a platform that can fully utilize the performance of tomorrow’s massively parallel hardware to enable new and richer experiences on the Web.” [The Mozilla Blog]

Sedangkan untuk Blink, fokusnya ada di multi-processing: “[...] Chromium uses a different multi-process architecture than other WebKit-based browsers, and supporting multiple architectures over the years has led to increasing complexity for both the WebKit and Chromium projects. This has slowed down the collective pace of innovation – so today, we are introducing Blink, a new open source rendering engine based on WebKit.” [The Chromium Blog]

Selain itu beberapa waktu yang lalu ada kabar dari Opera bahwa mereka akan meninggalkan Presto dan beralih ke WebKit. Hari ini diumumkan bahwa Opera akan menggunakan Blink: “It’s great to be able to talk publicly about Blink, the new engine that will power Opera’s browsers (…) and Chrome henceforth. I know a lot of people worried that there would be less diversity on the Web once Opera Presto was retired, and the forking of WebKit into Blink restores that balance. Opera will be contributing to Blink in future.” [Bruce Lawson]

Mengapa dibilang a good day for web? Karena dengan dua engine baru ini berarti kompetitor di bidang browser engine semakin banyak, dan besarnya kompetisi akan memberi stimulasi untuk inovasi dan perkembangan teknologi yang lebih cepat. Meskipun mungkin bukan good day bagi para programmer web karena berarti nambah lagi browser yang harus di-support. Untung saya bukan programmer web. Hehehe…